logo Kompas.id
NusantaraImplementasi Sanksi Tegas Pelanggar Protokol Kesehatan Butuh Konsistensi Tinggi

Implementasi Sanksi Tegas Pelanggar Protokol Kesehatan Butuh Konsistensi Tinggi

Implementasi sanksi tegas bagi pelanggar protokol kesehatan butuh konsistensi tinggi untuk mempercepat terbentuknya budaya baru hidup bersih dan sehat mencegah Covid-19. Sanksi ringan dikhawatirkan tak berefek jera.

Oleh RUNIK SRI ASTUTI
· 0 menit baca
Memuat data...
Kompas/Bahana Patria Gupta

Warga pelanggar protokol kesehatan antre membayar denda saat sidang tindak pidana ringan di GOR Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (24/09/2020). Sebanyak 706 warga pelanggar protokol kesehatan dengan tidak menggunakan masker atau menggunakan masker dengan tidak semestinya menjalani sidang. Setelah membayar denda sebesar Rp 150.000, warga kemudian dapat mengambil KTP mereka yang disita.

Jadilah Bagian dari Jurnalisme Berkualitas Belum selesai baca berita ini? Selesaikan dengan berlangganan konten digital premium Kompas.
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Rp 360.000 /Tahun
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Hemat 40%
POPULER
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Rp 50.000 /Bulan
BERLANGGANAN
atau biarkan Google mengelola langganan Anda untuk paket ini:
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Kompas Digital Premium & Koran
Kompas Digital Premium & Koran
Rp 108.000 /Bulan
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas di Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Pengiriman koran Kompas edisi cetak ke rumah Anda
Editor: Agnes Swetta Pandia
Memuat data..