logo Kompas.id
NusantaraDayak Basap Klaim 112.637...

Dayak Basap Klaim 112.637 Hektar Tanah Ulayat di Lokasi Calon Ibu Kota

Klaim atas tanah ulayat di sekitar lokasi calon ibu kota negara baru di Kalimantan Timur kembali muncul. Kali ini datang dari suku Dayak Basap.

Oleh
SUCIPTO
· 1 menit baca

BALIKPAPAN, KOMPAS — Klaim atas tanah ulayat di sekitar lokasi calon ibu kota negara baru di Kalimantan Timur kembali muncul, kali ini datang dari suku Dayak Basap. Pemerintah menampung keluhan itu dan akan melakukan survei untuk identifikasi masalah sosial budaya, sosial ekonomi, dan pendataan suku.

Suku Dayak Basap merupakan salah satu turunan dari Dayak Punan, rumpun suku Dayak di Kalimantan. Dalam diskusi ”Pertimbangan Aspek Sosial Budaya dan Kearifan Lokal dalam Perencanaan dan Perancangan Kawasan Ibu Kota Negara”, Kamis (14/11/2019), di Balikpapan, perwakilan Dayak Basap meminta pemerintah untuk mengkaji ulang tanah milik negara yang di atasnya juga diklaim milik Dayak Basap.

https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/01xJICQ5UxIIgEiNlyT2JFYGcZc=/1024x683/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2019%2F11%2F456bac98-6795-47ed-881f-e276587fd031_jpg.jpg
KOMPAS/SUCIPTO

Pengendara motor melintasi jalan Samboja-Sepaku yang menghubungkan Kabupaten Kutai Kartanegara dan Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Senin (26/8/2019). Presiden Joko Widodo mengumumkan bahwa lokasi yang paling ideal sebagai ibu kota negara baru adalah sebagaian Penajam Paser Utara dan sebagian Kutai Kartanegara.

Editor:
agnespandia
Bagikan