logo Kompas.id
โ€บ
Internasionalโ€บEropa Kembali Diskriminasi...
Iklan

Eropa Kembali Diskriminasi Pengungsi

UE pernah dikecam karena menolak membuka pintu bagi warga Asia dan Afrika yang melarikan dari dari Ukraina. Kini, UE menolak membuka pintu bagi warga Rusia yang menghindari wajib militer

Oleh
KRIS MADA
ยท 1 menit baca
Dalam foto yang direkam pada 20 September 2022, tampak  iklan yang mempromosikan layanan kontrak tentara dengan gambar seorang prajurit dan slogan bertuliskan "Melayani Rusia adalah pekerjaan nyata" berada di Saint Petersburg. Presiden Rusia Vladimir Putin, Rabu (21/9/2022), memerintahkan mobilisasi terbatas untuk menghadapi perkembangan perang di Ukraina.
AFP/OLGA MALTSEVA

Dalam foto yang direkam pada 20 September 2022, tampak iklan yang mempromosikan layanan kontrak tentara dengan gambar seorang prajurit dan slogan bertuliskan "Melayani Rusia adalah pekerjaan nyata" berada di Saint Petersburg. Presiden Rusia Vladimir Putin, Rabu (21/9/2022), memerintahkan mobilisasi terbatas untuk menghadapi perkembangan perang di Ukraina.

BRUSSELS, JUMAT - Eropa kembali menunjukkan diskriminasi pada pengungsi. Kali ini, korbannya adalah warga Rusia yang menolak ikut wajib militer dalam perang di Ukraina. Perang yang sudah berlangsung lebih dari 7 bulan itu juga terus mendorong harga energi melonjak.Presiden Rusia Vladimir Putin, Rabu (21/9/2022), memerintahkan mobilisasi terbatas untuk menghadapi perkembangan perang di Ukraina. Selepas pengumuman itu, Jumlah pencarian โ€œCara keluar dari Rusiaโ€ melonjak di internet.

Sementara pesawat-pesawat tujuan Turki dan Armenia penuh sampai Senin (26/9/2022). Turki dan Armenia jadi tujuan karena warga Rusia tidak perlu visa untuk masuk ke kedua negara itu.

Editor:
BONIFASIUS JOSIE SUSILO HARDIANTO
Bagikan