logo Kompas.id
β€Ί
Internasionalβ€ΊMenggapai Impian Makmur...
Iklan

Menggapai Impian Makmur Bersama di Indo-Pasifik

Semua tahu, Indo-Pasifik menjadi pusat pertumbuhan terpenting dunia. Namun, dengan berbagai kepentingan dari banyak negara, persaingan tak terhindarkan. Harus dijaga, jangan sampai persaingan itu memicu konflik terbuka.

Oleh
ROBERTUS BENNY DWI KOESTANTO
Β· 1 menit baca
Foto milik Angkatan Laut AS yang diperoleh pada 7 Oktober 2019 ini menunjukkan kapal induk USS Ronald Reagan (kiri), kapal serbu amfibi USS Boxer (LHD 6), kapal-kapal dari armada serbu Ronald Reagan, dan Boxer Amphibious Ready Group melaju dalam formasi saat menjalankan operasi keamanan dan stabilitas di wilayah operasi Armada Ke-7 AS pada 6 Oktober 2019 di Laut China Selatan.
AFP/US NAVY/ERWIN JACOB V

Foto milik Angkatan Laut AS yang diperoleh pada 7 Oktober 2019 ini menunjukkan kapal induk USS Ronald Reagan (kiri), kapal serbu amfibi USS Boxer (LHD 6), kapal-kapal dari armada serbu Ronald Reagan, dan Boxer Amphibious Ready Group melaju dalam formasi saat menjalankan operasi keamanan dan stabilitas di wilayah operasi Armada Ke-7 AS pada 6 Oktober 2019 di Laut China Selatan.

Indo-Pasifik menjadi pembicaraan hangat pekan kemarin, menyelip di antara dinamika serangan Rusia ke Ukraina. Perancis sebagai ketua bergilir Uni Eropa menginisiasi pertemuan para menteri luar negeri ASEAN, UE, dan sejumlah negara Indo-Pasifik di Paris. Menlu RI Retno LP Marsudi hadir sebagai salah satu pembicara utama dalam forum itu. Di Jakarta, perwakilan RI menerima Menteri Perdagangan Internasional Inggris Anne-Marie Trevelyan. Trevelyan membawa misi Inggris atas Indo-Pasifik dalam rangkaian kunjungannya ke RI, Singapura, dan Jepang.

Di hadapan para peserta forum di Paris, Retno menyatakan posisi Indonesia atas Indo-Pasifik. Ia mengatakan, Indonesia menyadari sepenuhnya pentingnya pertumbuhan Indo-Pasifik bagi perekonomian dunia. Namun, ia mengingatkan bahwa tanpa perdamaian dan stabilitas dan tanpa menghormati hukum internasional, semua potensi itu hilang dan tidak ada gunanya.

Editor:
MUHAMMAD SAMSUL HADI
Bagikan