logo Kompas.id
Internasional”Muay Thai”, Jalan Keluar dari Jurang Kemiskinan di Thailand

”Muay Thai”, Jalan Keluar dari Jurang Kemiskinan di Thailand

Anak-anak yang jadi petinju ”muay thai” di Thailand adalah tulang punggung keluarga meski berisiko mengalami kerusakan otak dan mengancam nyawa. ”Muay thai” jadi satu-satunya harapan warga miskin untuk mengubah nasib.

Oleh Luki Aulia
· 1 menit baca
Memuat data...
AFP/MADAREE TOHLALA

Foto yang diambil pada 26 September 2020 ini memperlihatkan dua petinju muay thai berlaga di Distrik Rueso, Provinsi Narathiwat, Thailand.

Pornpattara ”Tata” Peachaurai (9), pemain cilik kickboxer Thailand, sudah tidak sabar ingin segera kembali berlaga di ring tinju. Sudah lima bulan semua pertandingan tinju ditiadakan gara-gara pandemi Covid-19. Bukan semata-mata karena ia mencintai ”profesi”-nya itu, tetapi uang hasil pertandingan selama ini menjadi penghasilan utama bagi keluarganya.

”Semua uang yang saya dapat dari hasil bertinju, upah reguler, dan uang-uang tip, saya berikan ke ibu saya. Saya bangga menjadi petinju dan karena bisa memberi uang ke ibu saya,” kata Tata, Rabu (7/4/2021).

Jadilah Bagian dari Jurnalisme Berkualitas Belum selesai baca berita ini? Selesaikan dengan berlangganan konten digital premium Kompas.
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Rp 360.000 /Tahun
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Hemat 40%
POPULER
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Rp 50.000 /Bulan
BERLANGGANAN
atau biarkan Google mengelola langganan Anda untuk paket ini:
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Kompas Digital Premium & Koran
Kompas Digital Premium & Koran
Rp 108.000 /Bulan
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas di Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Pengiriman koran Kompas edisi cetak ke rumah Anda
Editor: Muhammad Samsul Hadi
Memuat data..