logo Kompas.id
InternasionalDokumen Kesepakatan...

Dokumen Kesepakatan UEA-Bahrain dan Israel Tak Singgung Solusi Dua Negara

UEA-Bahrain resmi menandatangani hubungan diplomatik dengan Israel. Dua negara itu beralasan, perdamaian dengan Israel dibutuhkan untuk penyelesaian isu Palestina. Tak disinggung solusi dua negara dalam pakta mereka.

Oleh
kris mada
· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/oqDZG_61oyNR4aVu9pNna6pBKwM=/1024x641/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2020%2F09%2FUS-ISRAEL-UAE-DIPLOMACY-POLITICS_91862832_1600217321.jpg
AFP/SAUL LOEB

(Dari kiri ke kanan) Menteri Luar Negeri Bahrain Abdullatif al-Zayani, PM Israel Benjamin Netanyahu, Presiden AS Donald Trump, dan Menlu Uni Emirat Arab Abdullah bin Zayed al-Nahyan memperlihatkan dokumen Kesepakatan Ibrahim yang mereka tanda tangani, yang antara lain berisi pengakuan UEA dan Bahrain atas Israel di Gedung Putih, Washington DC, AS, Selasa (15/9/2020).

WASHINGTON, RABU — Uni Emirat Arab dan Bahrain resmi menjalin hubungan diplomatik dengan Israel. Palestina menolak kesepakatan itu dan menyatakan tidak bersedia dijadikan alasan negara lain untuk berhubungan dengan Israel. Apalagi, dokumen perdamaian dua negara Arab dengan Israel itu sama sekali tidak menyinggung soal solusi dua negara, yang selama ini menjadi konsensus dan solusi yang didukung sebagian besar komunitas internasional.

Menteri Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional Uni Emirat Arab Abdullah bin Zayed al-Nahyan, Menlu Bahrain Abdullatif bin Rashid al-Zayani, dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menandatangani kesepakatan bilateral masing-masing, Selasa (15/9/2020) siang waktu Washington atau Rabu dini hari WIB. Mereka juga menandatangani Kesepakatan Ibrahim (Abraham Accord) bersama Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Editor:
samsulhadi
Bagikan