logo Kompas.id
InternasionalNegara-negara Teluk Hadapi Tekanan Berat

Negara-negara Teluk Hadapi Tekanan Berat

Negara-negara penghasil minyak sekuat tenaga mengurangi dan atau mengimbangi kerugian dari sumber pendapatan mereka. Tekanan dari anjloknya harga minyak berkelindan dengan pandemi Covid-19.

Oleh BENNY D KOESTANTO
· 1 menit baca
Memuat data...

Pekerja melintas dekat tangki penyimpanan di fasilitas perusahaan minyak Aramco di Abqaiq, Arab Saudi, 12 Oktober 2019.

BAGHDAD, MINGGU — Negara-negara Teluk menghadapi tekanan ganda akibat anjloknya harga minyak mentah dan pandemi Covid-19. Jutaan pegawai negeri sipil Irak harus siap-siap menghadapi pemotongan tunjangan sosial.

Arab Saudi juga dilaporkan bakal menunda megaproyeknya. Ekonomi Mesir dan Lebanon pun semakin tertekan setelah remitansi dari warga yang bekerja di negara produsen minyak anjlok.

Jadilah Bagian dari Jurnalisme Berkualitas Belum selesai baca berita ini? Selesaikan dengan berlangganan konten digital premium Kompas.
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Rp 360.000 /Tahun
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Hemat 40%
POPULER
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Rp 50.000 /Bulan
BERLANGGANAN
atau biarkan Google mengelola langganan Anda untuk paket ini:
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Kompas Digital Premium & Koran
Kompas Digital Premium & Koran
Rp 108.000 /Bulan
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas di Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Pengiriman koran Kompas edisi cetak ke rumah Anda
Editor: Pascal S Bin Saju
Memuat data..