logo Kompas.id
Ilmu Pengetahuan & TeknologiKolaborasi Riset dan Dunia...

Kolaborasi Riset dan Dunia Usaha Masih Menjadi Tantangan Utama

Persoalan klasik berupa tidak terserapnya hasil riset maupun inovasi ke dunia usaha masih menjadi persoalan yang menggelayuti dunia penelitian di Indonesia. Kolaborasi kembali ditekankan kepada para pihak.

Oleh
PRADIPTA PANDU
· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/lpOl7y33n72UvKscDMi3VRBTNQg=/1024x576/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2020%2F06%2F8c991ce1-178d-4133-b706-2c41c7a74bdd_jpg.jpg
Kompas/AGUS SUSANTO

Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Bambang PS Brodjonegoro (kiri) usai menjalani tes dengan metode reaksi rantai polimerasi (polymerase chain reaction/PCR) atau tes usap mengamati pengoperasian Mobile Laboratorium Biosafety Level (Lab BSL-2) di halaman Rumah Sakit Moh Ridwan Meuraksa, Jakarta Timur, Selasa (16/6/2020).

JAKARTA, KOMPAS — Kolaborasi riset antara peneliti dan dunia usaha masih menjadi tantangan utama dalam mendorong dan meningkatkan ekosistem inovasi di Indonesia. Penguatan kolaborasi ini perlu terus ditingkatkan agar terjadi alih teknologi dan menciptakan produk-produk inovasi berkualitas.

Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Hammam Riza mengemukakan, kurangnya sinergi dan kolaborasi riset membuat banyak produk inovasi teknologi yang berhenti pada saat pengembangan. Hal ini pada akhirnya akan mematikan ekosistem inovasi karena ketidakmampuan dalam melaksanakan alih teknologi dan difusi ilmu pengetahuan.

Editor:
Ichwan Susanto
Bagikan