logo Kompas.id
HiburanSeni Pertunjukan Metamorfosis Teater Koma

Seni Pertunjukan Metamorfosis Teater Koma

Sebelum pandemi Covid-19, Teater Koma merancang pentas ulang lakon ”Sampek Engtay”. Sayangnya, pentas itu harus didesain ulang karena Koma kehilangan beberapa awaknya akibat terpapar Covid-19.

Oleh Putu Fajar Arcana
· 1 menit baca
Memuat data...
Kompas/Priyombodo

Tangkapan layar pentas Teater Koma berjudul Calon.

Setelah setahun memasuki masa hibernasi, Teater Koma sedang menempuh risiko besar. Sutradara N Riantiarno mempertaruhkan reputasi puluhan tahun sebagai sutradara seni pertunjukan untuk kemudian luluh memasuki dunia digital; dunia yang jauh dari imajinasinya. Sejak beberapa bulan terakhir, kelompok ini meluncurkan apa yang disebut sebagai Digitalisasi Koma.

Program ini, kata Riantiarno, telah menghasilkan beberapa pentas dalam jaringan (daring), baik berupa penayangan dokumentasi pentas-pentas Koma maupun pentas-pentas dengan naskah, aktor, sutradara, dan desain produksi baru. ”Semua ini penyikapan kreatif terhadap situasi yang tidak mudah. Pandemi mengharuskan kami untuk memeras imajinasi, bagaimana bisa tetap berkarya, tetapi tidak abai pada protokol kesehatan,” ujar Riantiarno, Kamis (6/5/2021), di Jakarta.

Editor: Budi Suwarna
Bagikan
Memuat data..