logo Kompas.id
Gaya HidupYang Beku, Sehat, dan Membangkitkan Nostalgia

Yang Beku, Sehat, dan Membangkitkan Nostalgia

Pandemi memaksa pelaku bisnis makanan dan minuman, mulai dari skala kaki lima sampai restoran kelas hotel bintang lima, menyesuaikan diri dan berubah.

Oleh
Wisnu Dewabrata dan Dwi As Setianingsih
· 1 menit baca
Memuat data...
KOMPAS/RIZA FATHONI

Santapan siang aktor Muhammad Khan. Khan menjalani kehidupan slow living dengan menyantap makanan yang sehat, seperti sayuran organik, buah-buahan, serta menghindari masakan dengan minyak goreng dan karbodihidrat berupa nasi.

Dua tahun terakhir pandemi Covid-19 telah mengubah lanskap dunia kuliner Tanah Air menjadi jauh lebih menantang. Bukan hanya dari sisi bisnis dan industri, melainkan juga dari perilaku serta bagaimana orang menikmati makanan kegemaran mereka.

Pandemi memaksa pelaku bisnis makanan dan minuman, mulai dari skala kaki lima sampai restoran kelas hotel bintang lima, menyesuaikan diri dan berubah. Beradaptasi atau mati, begitu kira-kira pilihan pahit yang ada. Walau harus ”berdarah-darah” pada awal pandemi, kalangan pebisnis kuliner belakangan mulai bisa beradaptasi.

Editor:
Maria Susy Berindra
Bagikan