logo Kompas.id
EkonomiHarga Bahan Pangan di Surabaya...
Iklan

Harga Bahan Pangan di Surabaya Mulai Terkerek

Kenaikan harga BBM mengerek harga-harga komoditas, terutama bahan pangan di Surabaya, Jawa Timur, dan berpotensi terus menciptakan inflasi yang dikhawatirkan menggerus daya beli dan kualitas hidup masyarakat.

Oleh
AMBROSIUS HARTO MANUMOYOSO, AGNES SWETTA PANDIA
· 5 menit baca
<i>Banner</i> peringatan agar tidak menjual BBM tanpa izin pada hari kenaikan harga BBM di salah satu SPBU di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (3/9/2022). Untuk menjamin kelancaran dan keamanan saat pemberlakuan harga baru, Jajaran kepolisian dan TNI di Kabupaten Malang disiagakan di SPBU. Banyak warga yang akan mengisi BBM tidak mengetahui kenaikan harga yang baru umumkan oleh Presiden Joko Widodo dan berlaku sejak pukul 14.30 WIB. Harga pertalite naik dari Rp 7.650 menjadi Rp 10.000 per liter. Harga solar subsidi naik dari Rp 5.150 menjadi Rp 6.800 per liter, sementara pertamax naik dari Rp 12.500 menjadi Rp 14.500 per liter.
KOMPAS/BAHANA PATRIA GUPTA

Banner peringatan agar tidak menjual BBM tanpa izin pada hari kenaikan harga BBM di salah satu SPBU di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (3/9/2022). Untuk menjamin kelancaran dan keamanan saat pemberlakuan harga baru, Jajaran kepolisian dan TNI di Kabupaten Malang disiagakan di SPBU. Banyak warga yang akan mengisi BBM tidak mengetahui kenaikan harga yang baru umumkan oleh Presiden Joko Widodo dan berlaku sejak pukul 14.30 WIB. Harga pertalite naik dari Rp 7.650 menjadi Rp 10.000 per liter. Harga solar subsidi naik dari Rp 5.150 menjadi Rp 6.800 per liter, sementara pertamax naik dari Rp 12.500 menjadi Rp 14.500 per liter.

SURABAYA, KOMPAS — Kenaikan harga bahan bakar minyak atau BBM bersubsidi, Sabtu (3/9/2022), mulai berdampak. Di Surabaya, Jawa Timur, harga kebutuhan pokok, terutama bahan pangan, mulai terkerek. Kenaikan harga barang dan jasa masih akan terjadi sehingga mengancam daya beli serta kualitas hidup masyarakat.

Harga bensin bersubsidi atau jenis pertalite per liter (L) naik dari Rp 7.650 menjadi Rp 10.000. Untuk solar bersubsidi berlaku kenaikan per liter dari Rp 5.150 menjadi Rp 6.800.

Editor:
AGNES BENEDIKTA SWETTA BR PANDIA
Bagikan