logo Kompas.id
EkonomiBank Sentral Indonesia dan...

Bank Sentral Indonesia dan Malaysia Perkuat Kerja Sama Pemakaian Mata Uang Lokal

Bank Indonesia dan Bank Negara Malaysia sepakat memperkuat kerangka kerja sama penyelesaian transaksi dengan menggunakan mata uang lokal atau ”local currency settlement”.

Oleh
Benediktus Krisna Yogatama
· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/yC_HiPaLvmOG-eBJX4z4jnDev6s=/1024x640/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F07%2FRDG-Juli-2021-Gub-BI-Perry-Warjiyo_1626956495.png
BANK INDONESIA

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo saat memberikan konferensi pers soal hasil Rapat Dewan Gubernur BI, Kamis (22/7/2021).

JAKARTA, KOMPAS — Bank Indonesia dan Bank Negara Malaysia memperluas kerja sama penyelesaian transaksi menggunakan mata uang rupiah dan ringgit atau local currency settlement/LCS. Awalnya, kerja sama hanya mencakup transaksi perdagangan, tetapi kini diperluas mencakup penjaminan transaksi LCS dengan menambah investasi langsung dan income transfer.

Bank Indonesia (BI) dalam keterangan persnya, Senin (2/8/2021), menyebutkan, penggunaan mata uang lokal kedua negara dimulai sejak 2 Januari 2018. Kerangka LCS  mencakup penyelesaian transaksi perdagangan di antara dua negara yang dilakukan dalam mata uang masing-masing negara, di mana settlement transaksinya dilakukan di dalam yurisdiksi wilayah negara masing-masing.

Editor:
Mukhamad Kurniawan
Bagikan