logo Kompas.id
EkonomiPemerintah Didesak Tertib Bayar Utang ke Pertamina

Pemerintah Didesak Tertib Bayar Utang ke Pertamina

Kebijakan subsidi energi yang diterapkan pemerintah perlu diperbaiki. Skema yang ada saat ini tak menguntungkan bagi Pertamina karena dapat menggangu arus kas perusahaan. Diusulkan agar subsidi langsung diterapkan.

Oleh ARIS PRASETYO
· 1 menit baca
Memuat data...
KOMPAS/Lasti Kurnia

Mobil tangki sedang mengisi persediaan bahan bakar minyak (BBM) ke tempat penyimpanan BBM di SPBU Coco Pertamina di Fatmawati, Jakarta, Selasa (14/1/2020).

JAKARTA, KOMPAS — Komisi VI DPR meminta pemerintah tertib membayar utang kepada PT Pertamina (Persero) setiap tahun. Sejak tahun 2017, utang pemerintah kepada Pertamina tercatat Rp 96,5 triliun. Utang tersebut timbul dari selisih harga jual bahan bakar minyak jenis premium dan subsidi solar yang dibebankan kepada Pertamina.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menyampaikan besaran utang tersebut dalam rapat dengar pendapat dengan anggota Komisi VI DPR, Senin (29/62020), di Jakarta. Dari total utang Rp 96,5 triliun, tahun ini pemerintah menjanjikan pembayaran Rp 45 triliun dan sisanya dicicil mulai tahun 2021. Dalam salah satu kesimpulan rapat, Komisi VI DPR mendesak pemerintah agar pembayaran utang kepada Pertamina diselesaikan setiap tahun.

banner registration
Lanjutkan baca artikel ini dan artikel lainnya dengan daftar akun Kompas.id.
Jadilah Bagian dari Jurnalisme Berkualitas Dapatkan akses tanpa batas ke seluruh artikel premium dengan berlangganan Kompas.id.
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Rp 360.000 /Tahun
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Hemat 40%
POPULER
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Rp 50.000 /Bulan
BERLANGGANAN
atau biarkan Google mengelola langganan Anda untuk paket ini:
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Kompas Digital Premium & Koran
Kompas Digital Premium & Koran
Rp 108.000 /Bulan
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas di Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Pengiriman koran Kompas edisi cetak ke rumah Anda
Editor: Mukhamad Kurniawan
Bagikan
Memuat data..