logo Kompas.id
Pendidikan & KebudayaanMeski Turun ke Level 2,...
Iklan

Meski Turun ke Level 2, Sidoarjo Belum Izinkan Sekolah Sehari Penuh

Sidoarjo belum izinkan sekolah sehari penuh atau ”full day school” meski kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat telah diturunkan ke level 2. Sebaliknya, pemda berupaya genjot vaksinasi Covid-19.

Oleh
RUNIK SRI ASTUTI
· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/-LyHSFvsG5ndztw3V9GZaVq96JA=/1024x603/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F08%2Fe0248fe6-8edf-43d0-9509-40f6ba8688fe_jpg.jpg
Kompas/Bahana Patria Gupta

Orangtua menunggu anaknya pulang saat uji coba sekolah tatap muka di SD Negeri Pucang IV, Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat (27/8/2021). Simulasi yang dilakukan juga merupakan bentuk kampanye protokol kesehatan yang ketat bagi siswa. Untuk tingkat Sekolah dasar ketentuan yang ditetapkan adalah 50 persen kapasitas siswa. Pembelajaran pun dilakukan dalam dua sesi. Setiap sesi berlangsung selama dua jam. Sekolah tatap muka diperbolehkan pada daerah dengan status PPKM level 1-3.

SIDOARJO, KOMPAS — Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, Jatim, belum mengizinkan sekolah sehari penuh atau full day school meski saat ini kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat telah diturunkan ke level 2. Sebaliknya, pemda terus berupaya menggenjot vaksinasi Covid-19 untuk pelajar agar segera tercapai kekebalan kelompok.

Sebanyak 4.000 siswa sekolah menengah atas (SMA) dan sekolah menengah kejuruan (SMK) mengikuti vaksinasi Covid-19 secara massal di Gelora Delta Sidoarjo, Senin (6/9/2021). Peserta vaksinasi berasal dari 23 sekolah negeri dan swasta yang tersebar di berbagai kecamatan. Kuota peserta vaksinasi setiap sekolah berbeda-beda mulai 15 siswa hingga 680 siswa.

Editor:
agnespandia
Bagikan