logo Kompas.id
β€Ί
Pendidikan & Kebudayaanβ€ΊRadhar Panca Dahana dan...
Iklan

Radhar Panca Dahana dan Kegelisahan Seni-Budaya

Budayawan Radhar Panca Dahana meninggal dunia, Kamis (22/04/2021) malam pukul 20.00 di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta. Ia dikenal sebagai budayawan yang kritis dan gigih.

Oleh
Aloysius Budi Kurniawan, Mediana
Β· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/yK17eR8RPLy2xY17PxNhfIVPy1k=/1024x1320/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2018%2F05%2Fradhar.jpg
KOMPAS/WISNU WIDIANTORO

Radhar Panca Dahana

"Sepertinya ada ketidakpedulian, bisa jadi kebebalan. Puluhan tahun memperjuangkan kebudayaan menjadi fondasi cara kita membangun negara, manusia dan bangsa di dalamnya, hasilnya hampir nihil bahkan negatif"(Radhar Panca Dahana).

Demikian tulisan  budayawan Radhar Panca Dahana di halaman 7 Harian Kompas, Selasa (21/01/2020) berjudul "Sakratul Maut Seni-Budaya". Ia begitu resah dengan nasib kebudayaan, terutama seni sebagai bagian vital di dalamnya, yang masih dipandang dan diposisikan sebagai obyek yang perlu dieksploitasi dan dimanipulasi.

Editor:
Aloysius Budi Kurniawan
Bagikan