logo Kompas.id
Analisis BudayaReinkarnasi Gus Dur

Reinkarnasi Gus Dur

Gus Yahya membuat gebrakan dalam menyusun pengurus PBNU. Selain menjaga jarak yang sama dengan partai-partai politik, ia juga memasukkan sebelas perempuan dalam kepengurusan pada posisi-posisi strategis.

Oleh
Ahmad Najib Burhani
· 1 menit baca
Ahmad Najib Burhani
KOMPAS/YUNIADHI AGUNG

Ahmad Najib Burhani

Pada Muktamar Ke-34 NU di Lampung, 22-23 Desember 2021, berbagai banner dan spanduk besar dengan wajah KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya ada di gerbang utama, sudut-sudut arena Muktamar, serta di sejumlah tempat di jalan raya kota Bandar Lampung. Hanya ada dua pesaing utama dari gambar Gus Yahya, yaitu KH Said Aqil Siroj dan Muhaimin Iskandar.

Hal yang paling ditonjolkan dari pesan-pesan di sejumlah spanduk itu adalah bahwa Gus Yahya merupakan The New Gus Dur atau reinkarnasi Gus Dur. Buku tentang Gus Yahya yang diluncurkan atau dibedah pada saat muktamar juga berjudul Menghidupkan Gus Dur: Catatan Kenangan Yahya Cholil Staquf. Tema ”Menghidupkan Gus Dur” juga menjadi poin yang ditekankannya pada wawancara dengan Kompas (26/12/2021) seusai terpilih menjadi Ketua Umum PBNU.

Editor:
MOH. HILMI FAIQ
Bagikan