logo kompas.id
Artikel dengan Tagar
Memuat data...

Kawasan wisata Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Jabar, diminati sejumlah warga sebagai alternatif tempat berlibur di masa adaptasi kebiasaan baru. Wisata pasca Natal di ruang terbuka dinilai relatif aman.

Memuat data...

Angin kencang dan hujan deras yang mengguyur daerah Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat, memicu naiknya bahan di dasar waduk ke permukaan. Hal ini memicu kematian ikan pada keramba jaring apung.

Memuat data...

Kualitas Sungai Citarum mencapai status cemar ringan per November 2020. Evaluasi ini membaik dibandingkan target sebelumnya. Ke depan, penanganan Citarum tidak hanya mengandalkan pihak terkait, tapi juga kesadaran warga.

Memuat data...

Ikan-ikan lokal di Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat, kembali menemukan rumahnya. Kualitas air di Sungai Citarum, sumber air utama Jatiluhur, menunjukkan hasil yang menggembirakan sejauh ini.

Memuat data...

Kualitas air di Waduk Jatiluhur menunjukkan perbedaan signifikan dibandingkan dengan sebelum ada program Citarum Harum. Daerah yang mengandung oksigen tinggi kian meluas dan berdampak baik pada kehidupan biota air.

Memuat data...

Beroperasi sejak tahun 1967, potensi wisata Waduk Jatiluhur di Purwakarta, Jawa Barat, dinilai bisa digarap lebih maksimal. Beberapa tahun terakhir, akses menuju waduk dengan luas genangan 8.300 hektar itu kian mudah.

Memuat data...

Penyelenggaraan ajang olahraga berpotensi besar ikut mempromosikan berbagai obyek wisata di Jawa Barat. Tak sekadar menikmati pemandangan sembari berolahraga, kisah sejarah, kuliner, dan budaya masyarakat di sekitarnya.

Memuat data...

Perum Otorita Jatiluhur menerima bantuan berupa kredit dari Bank Dunia (IBRD) sebanyak 18,5 juta dollar AS dengan masa tenggang 10 tahun.

Memuat data...

Tahun ini Pemerintah Daerah Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, menargetkan 3 juta wisatawan yang berkunjung ke Purwakarta. Penyusunan strategi perlu agar daerah ini tidak terlalu bergantung pada wisata alam.

Memuat data...

Selain eceng gondok, waduk seluas 8.300 hektar tersebut juga dicemari sisa pakan ikan keramba jaring apung.

Halaman 1