Artikel dengan Tagar
Memuat data...

Polda Sultra kembali menetapkan empat tersangka dari kejadian bentrok dan pembakaran di PT VDNI, Konawe. Tiga orang di antaranya adalah pekerja perusahaan. Permasalahan utama diharapkan terselesaikan.

Memuat data...

Polda Sultra menetapkan lima penggerak demonstrasi PT VDNI sebagai tersangka. Kelimanya disangkakan pasal penghasutan. Aksi yang berujung pembakaran itu menimbulkan kerugian ratusan miliar rupiah bagi perusahaan.

Memuat data...

Situasi di VDNI, Morosi, Konawe, berangsung kondusif setelah ratusan petugas keamanan diturunkan. Aparat juga mengejar penanggunga jawab aksi yang menyebabkan puluhan kendaraan terbakar.

Memuat data...

Bentrok pekerja smelter di Morosi, Konawe, Sultra, berbuntut panjang. Sejumlah kendaraan berat terbakar, bahkan satu tungku pembakaran nikel sempat terbakar. Situasi mulai terkendali, dengan peningkatan pengamanan.

Memuat data...

Sejumlah anggota Dewan Ketahanan Nasional yang berkunjung ke Sultra tidak diperbolehkan mendatangi kawasan industri nikel di Konawe. Pandemi Covid-19 menjadi alasan, meski di satu sisi perusahaan tetap beroperasi.

Memuat data...

Jumlah pekerja asing positif Covid-19 di kawasan industri Konawe, Sultra, terus bertambah. Perusahaan diharapkan membuka data pekerja asing yang terpapar Covid-19.

Memuat data...

Tujuh pekerja asing di Konawe positif Covid-19, satu di antaranya meninggal. Perusahaan menyebutkan, hanya pasien meninggal yang tercatat bekerja. Pihak kabupaten belum mengetahui hal ini.

Memuat data...

Ratusan orang dari berbagai elemen kembali melakukan aksi penolakan kedatangan tahap ketiga pekerja China di Sulawesi Tenggara. Massa memblokade jalan keluar bandara seiring informasi kedatangan ratusan pekerja asing.

Memuat data...

Meski mendapatkan gelombang penolakan, tahap ketiga kedatangan pekerja asal China dipastikan tiba pada Selasa (7/7/2020) di Kendari, Sultra.

Memuat data...

Aksi penolakan kedatangan 500 pekerja asal China di Sulawesi Tenggara diakhiri bentrok aparat dengan massa. Aparat kepolisian yang berjaga ketat membubarkan massa dengan tembakan gas air mata dan meriam air.

Halaman 1