logo kompas.id
Artikel dengan Tagar
Memuat data...

Farid Bachmid kembali ke kampung halaman untuk membantu masyarakat Pulau Gangga mendapat pendidikan yang layak. Dia tak mau setengah-setengah memberikan fasilitas pendidikan untuk meningkatkan derajat kehidupan warga.

Memuat data...

Sidarto Danusubroto (84) tak pernah memiliki mimpi muluk-muluk menjadi pejabat atau orang besar. Hidupnya dijalani mengalir saja seperti air dan melakukan yang terbaik ketika kepercayaan diberikan kepadanya.

Memuat data...

Julianto Pane mengabdikan dirinya menjadi polisi sekaligus dai. Dia mendirikan pesantren untuk melayani pendidikan bagi masyarakat sekitarnya.

Memuat data...

Uminatus Sholikah tak berhenti memperjuangkan nasib para perempuan nelayan di Demak. Selama lebih dari dua tahun, dia berupaya perempuan nelayan bisa mandiri dan mendapat asuransi.

Memuat data...

Terkena PHK tidak membuat pasangan suami istri Ruslan Guntoro dan Sulastri menyerah. Mereka merintis usaha dan berhasil. Selanjutnya, mereka mendorong orang lain menempuh jalan yang sama.

Memuat data...

Budi Hikmat membagi ilmu tentang investasi. Dia berharap anak muda yang memiliki tantangan finansial lebih besar bisa mulai belajar berinvestasi untuk masa depan.

Memuat data...

Pada era serba digital seperti sekarang, Suriani dan Nursiah mendirikan kampung permainan tradisional di sebuah gang di Banjarmasin. Apa tujuan mereka?

Memuat data...

Selama lima dekade Muslih menjadi guru silat beksi. Ia tidak hanya mengajarkan bela diri, tapi juga laku hidup seorang pesilat.

Memuat data...

Sebagai mahasiswa, Valentina Sokoastri tak ingin diam saja melihat banyak anak sekolah yang tidak mendapat pendidikan yang bagus. Dia mendirikan Sanggar Juara supaya anak-anak menjadi juara dalam kehidupannya.

Memuat data...

Yoyok Hadisaputro, guru Sekolah Dasar Negeri 1 Kebonsari, Surabaya, Jawa Timur, yang 13 tahun terakhir telah membuat lebih dari 50 alat peraga agar murid-muridnya tetap semangat belajar.

Halaman 1