logo kompas.id
Artikel dengan Tagar
Memuat data...

Seperti Jeihan, Sapardi juga menyimpan rasa geregetan sebagai sastrawan dan pemikir kesenian.

Memuat data...

Kita dapat menulis obituarium tentang diri sendiri selagi hidup. Sebab, hanya kita yang paling tahu diri kita. Tulisan obituarium dari kita dapat menjadi tulisan yang lengkap sejak kecil sampai jelang kematian.

Memuat data...

The poet Sapardi Djoko Damono is known and remembered (since 19 July 2020) as an observer of small events in daily life, but is able to give great meaning to his poems.

Memuat data...

Kata Sapardi dalam sajaknya, ”Marsinah itu arloji sejati, / melingkar di pergelangan / tangan kita ini.” Atas cara itu Marsinah menciptakan sebuah oksimoron yang tidak kita sadari.

Memuat data...

Karya Sapardi Djoko Damono dianggap mampu menangkap momen puitik dalam kehidupan sehari-hari. Siapa pun pembaca karya dia akan diajak melihat hal-hal biasa, tetapi memiliki makna mendalam.

Memuat data...

Sapardi Djoko Damono telah dijemput keabadian. Kesederhanaan hidup dan tutur dalam syairnya menjadi ingatan kolektif buat publik.

Memuat data...

Ketika menengok ke belakang, terlihat bagaimana sastrawan besar almarhum Sapardi Djoko Damono memiliki konsistensi dan energi luar biasa dalam berkarya. Janjinya untuk terus berkarya ia genapi hingga hari terakhirnya.

Memuat data...

Media sosial seakan memberikan panggung pada musikalisasi puisi dalam beberapa tahun terakhir. Banyak akun di media sosial kini membagikan konten-konten bernuansa musikalisasi puisi, tetapi berdimensi curahan hati.

Memuat data...

Sajak-sajakmu, Sapardi, seperti kelepak sayap kata yang menggugurkan bunga-bunga, dan hinggap di hati pencintamu. Usiamu akan berjalan terus, sebagaimana pula sajak-sajakmu yang terus membuat perhitungan, kini dan nanti.

Memuat data...

I wrote this note about 30 minutes after receiving the sad news: ”Prof. SDD has left us”.

Halaman 1