Kompas.id
Artikel dengan Tagar
Memuat data...

Munawar (41), warga Lhokseumawe, Aceh, tergerak melihat ikan tangkapan nelayan banyak terbuang. Dia lalu mengolah ikan-ikan itu menjadi kuliner siap saji. Kini dia telah memproduksi "keumamah" dengan aneka varian.

Memuat data...

Berawal dari kekhawatiran anak didik mengonsumsi camilan dengan bahan berbahaya, Irayati (57) berkreasi membuat jajanan aman. Tak hanya dipasarkan di sekolah, hasil laut Madura olahannya melanglang ke penjuru Nusantara.

Memuat data...

Dengan memperkaya varian produk, Sulaihan berharap para penikmat bandeng asap tidak lekas bosan, sementara usaha dan dapurnya tetap mengepul. Dia gigih mencari resep agar cita rasa produknya benar-benar ”nendang”.

Memuat data...

Produk teh gaharu dari Kalimantan Selatan bisa diterima pasar secara luas. Pemasarannya bukan hanya di dalam negeri, melainkan juga melanglang ke mancanegara, seperti Ghana, Nigeria, dan Brunei Darussalam.

Memuat data...

Di antara penghuni Galeri Mesin Lokal Kementerian Perindustrian, ada ”Volta”, sepeda dan sepeda motor listrik produksi Semarang. Pengembangan produk lokal diharapkan turut menggerakkan ekonomi yang lesu akibat pandemi.

Memuat data...

Deddy menjadi teman diskusi bagi banyak pesepeda di Bandung, Jawa Barat. Bengkel perakitan sepedanya laris manis. Namun, bagi dia, hidup tak sekadar mencari untung.

Memuat data...

Dengan menekuni pekerjaan sayuran hidroponik, dia total mengubah ritme untuk mencapai ketenangan hidup, dari seorang pekerja profesional di Amerika Serikat menjadi petani sayur di Temanggung, Jawa Tengah.

Memuat data...

Dengan inovasi dalam pemasaran dan produksi, Tri Indaryany membawa ratusan bungkus rendang ”terbang” ke sejumlah negara Asia dan Eropa, antara lain Italia, Belgia, China, Thailand, dan Inggris.

Memuat data...

Tak seperti roti goreng yang biasa dia temui di pasar, Elisa mengangkat ”kelas” roti goreng menjadi produk yang bisa diolah kapan saja dengan rasa ”kres-kres” dari tepung panir yang menyelimuti.

Memuat data...

Komoditas rotan perlahan ditinggalkan masyarakat Dayak karena ekspansi sawit dan tambang yang masif. Namun, ada sekelompok perempuan di pelosok Barito Utara yang tak menyerah.

Halaman 1