Kompas.id
Artikel dengan Tagar
Memuat data...

Dalam kondisi normal, warga asing tanpa izin harus membayar denda hingga 3.000 ringgit (Rp 10,5 juta) atau ditahan sebelum bisa keluar Malaysia. Kini denda turun menjadi rata-rata 500 ringgit (Rp 1,75 juta).

Memuat data...

Promosi Aisha Weddings dengan menganjurkan perkawinan anak, selain melanggar hukum, juga kontraproduktif dengan upaya pemerintah dalam melindungi dan mencegah anak menjadi korban kekerasan dan eksploitasi.

Memuat data...

Kepolisian diminta mengusut tuntas penyebaran informasi dalam bentuk pamflet ataupun secara daring yang meresahkan masyarakat. Pamflet itu berisi ajakan untuk menikah pada usia 12-21 tahun dan tidak lebih.

Memuat data...

Tindak pidana perdagangan orang pada perempuan dan anak meningkat 62,5 persen pada 2020 dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Hal itu didorong meningkatnya kemiskinan dan pengangguran akibat pandemi Covid-19.

Memuat data...

Pandemi Covid-19 yang berlangsung hampir setahun mengubah situasi dan kondisi anak-anak di Indonesia. Perhatian khusus untuk melindungi anak-anak dari berbagai kekerasan, termasuk kejahatan daring, kian mendesak,

Memuat data...

Melindungi WNI dari praktik perdagangan orang hingga kini menjadi salah satu pekerjaan rumah pemerintah. Sinergi kuat dari semua pihak sampai ke desa-desa menjadi kunci pencegahan tindak pidana perdagangan orang.

Memuat data...

Tahun 2020 menjadi tahun yang berat bagi LPSK karena anggaran yang diterima oleh LPSK paling rendah dalam lima tahun terakhir. Padahal, perlindungan saksi dan korban harus terus berjalan meski pandemi.

Memuat data...

Masih banyak media yang belum menggunakan perspektif korban dalam meliput kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Misalnya, media mengungkap secara jelas identitas korban.

Memuat data...

Delapan pekerja migran Indonesia atau PMI yang disekap agen di Sarawak, Malaysia, dipulangkan ke daerah asalnya, Minggu (13/12/2020). Selain disekap, gaji mereka tidak dibayar serta tidak diberi hak cuti.

Memuat data...

Setelah hampir dua tahun tak ada kabar, atas bantuan banyak pihak, keberadaan tiga pekerja migran Indonesia asal Provinsi Aceh yang bekerja di kapal ikan berbendera China terdeteksi. Keluarga berharap mereka pulang.

Halaman 1