Artikel dengan Tagar
Memuat data...

Pandemi Covid-19 tidak hanya memberi jeda aktivitas manusia, tetapi juga mendorong penulis untuk berefleksi dan memikirkan kehidupan lebih jauh, kemudian menuliskannya di masa depan.

Memuat data...

Agustinus Wibowo generasi ketiga imigran dari Tiongkok. Kakeknya tiba di Lumajang pada era 1940-an dengan bahasa Hokkian. Dia sendiri lebih banyak berbahasa Indonesia dan Jawa. Identitas itu menjadi akar perjalanan dia.

Memuat data...

Penulis novel "Ali Topan Anak Jalanan" Teguh Slamet Hidayat atau Teguh Esha meninggal dunia pagi ini. Ia menderita beberapa penyakit.

Memuat data...

Wien Muldian membangun jejaring literasi di tengah masyarakat. Dengan gigih, dia menularkan semangat literasi sampai ke pelosok daerah.

Memuat data...

Sebagai aktivis perempuan yang vokal, Nawal el-Saadawi meninggalkan banyak warisan setelah kematiannya, pekan lalu. Gugatannya tentang posisi tawar perempuan di dunia menjadi penting.

Memuat data...

Kusni Sulang, penulis dan sastrawan, biasa blusukan ke desa-desa Dayak untuk mengingatkan lagi nilai dan budaya Dayak. Ia kadang tinggal satu tahun di sebuah desa, lalu bergeser ke desa lain.

Memuat data...

Pandemi adalah sejarah yang terus berulang. Dalam beragam bentuk penyakit yang berbeda, kisah yang menyertai dan menjadi dampak dari wabah cenderung sama. Catatan-catatannya tertulis sebagai literasi pengetahuan.

Memuat data...

Setelah buku NKCTHI menjadi film dan film ”spin-off”, Marchella FP masih punya banyak agenda untuk memperpanjang napas karya itu. Hampir semua karakter dalam buku itu kuat sehingga terbuka lebar untuk dikembangkan.

Memuat data...

Pada 12 Oktober 2020, tepatnya peringatan Hari Masyarakat Adat di AS, sebanyak 28 penulis dari suku Indian dan masyarakat adat menulis surat terbuka kepada Hollywood.

Memuat data...

Sutradara film ”Tilik”, Wahyu Agung Prasetyo, bercerita soal pesan yang disampaikan di film ini.

Halaman 1