Kompas.id
Artikel dengan Tagar
Memuat data...

Pemilu Inggris Raya yang berlangsung pekan lalu bukan hanya terkait apakah Brexit berlanjut atau tidak. Pesta demokrasi itu juga menjadi sarana perlawanan kelompok-kelompok separatis di Inggris Raya.

Memuat data...

Pemilu Inggris Raya yang berlangsung pekan lalu bukan hanya terkait apakah Brexit berlanjut atau tidak. Pesta demokrasi itu juga menjadi sarana perlawanan kelompok-kelompok separatis di Inggris Raya.

Memuat data...

Pascapemilu, Inggris masih harus menuntaskan beragam kesepakatan untuk betul-betul lepas dari Uni Eropa. Ada beragam isu penting dan strategis yang menanti, antara lain isu kesepakatan perdagangan dan keamanan.

Memuat data...

Kemenangan Partai Konservatif Inggris dalam pemilu parlemen memastikan pemisahan Inggris dari Uni Eropa atau brexit. Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump menjanjikan perdagangan bebas AS-Inggris.

Memuat data...

Hasil penghitungan suara Jumat (13/12/2019), Konservatif yang dipimpin Boris Johnson memenangi mayoritas kursi di DPR Inggris. Pemilu membuat Boris Johnson semakin leluasa untuk mengeluarkan negaranya dari Uni Eropa.

Memuat data...

Kemenangan besar Partai Konservatif mempertegas hasil Referendum Brexit 2016. Ada lebih banyak rakyat Inggris ingin negara mereka meninggalkan Uni Eropa.

Memuat data...

Jajak pendapat selepas pemungutan suara (”exit poll”) memprakirakan Konservatif meraih 368 dari 650 kursi DPR Inggris. Raihan itu lebih banyak 42 kursi dari kebutuhan minimal 326 kursi untuk menjadi mayoritas di DPR.

Memuat data...

Partai-partai kecil di Inggris Raya mengintip peluang konsesi dalam proses pembentukan pemerintahan. Kesempatan itu terbuka sebab sejumlah jajak pendapat menunjukkan peluang tak ada partai jadi mayoritas di parlemen.

Memuat data...

Partai-partai kecil di Inggris Raya mengintip peluang konsesi dalam proses pembentukan pemerintahan. Kesempatan itu terbuka sebab sejumlah jajak pendapat menunjukkan peluang tak ada partai jadi mayoritas di parlemen.

Memuat data...

Kebuntuan karena tidak ada partai menjadi mayoritas parlemen dikhawatirkan kembali terjadi selepas pemilu. Padahal, pemilu digelar untuk menyelesaikan kebuntuan itu.

Halaman 1