Kompas.id
Artikel dengan Tagar
Memuat data...

Enam perwakilan nelayan dari Kepulauan Riau pergi ke Jakarta untuk menemui Menteri KP Sakti Wahyu Trenggono. Sebuah tujuan yang sangat sederhana sebetulnya, tetapi penuh dengan lika-liku dalam prosesnya.

Memuat data...

Nelayan tradisional di Kepulauan Riau mendesak Kementerian Kelautan dan Perikanan menunda pemberian izin kepada kapal cantrang dari pantai utara Jawa yang akan beroperasi di Laut Natuna.

Memuat data...

Nelayan di Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau, menemukan sebuah benda yang diduga alat nirawak bawah laut, Selasa (19/1/2021). Peristiwa ini merupakan yang kedua di Kepri dan yang keempat di Indonesia.

Memuat data...

Kapal Bakamla RI KN Tanjung Datu-301 menghalau kapal pengawas perikanan Vietnam, Kiem Ngu 215, dari perairan Indonesia di Laut Natuna. Saat itu kapal Bakamla dibantu oleh KRI Usman Harun.

Memuat data...

Koarmada I menyelenggarakan latihan perang di Perairan Natuna, Kepulauan Riau, dengan melibatkan sembilan kapal perang dan sebuah pesawat udara.

Memuat data...

Nelayan di Pulau Subi, Natuna, Kepulauan Riau, resah oleh aktivitas belasan kapal cantrang di perairan kurang dari 12 mil. Saat ini ada sekitar 30 kapal cantrang dari Pati, Jawa Tengah, yang beroperasi di perairan itu.

Memuat data...

Nelayan Kepulauan Anambas melaporkan penangkapan ikan ilegal oleh kapal asing di Laut Natuna Utara belakangan kembali marak. Mereka berharap aparat bisa memperketat penjagaan agar sumber daya ikan tidak hilang dicuri.

Memuat data...

Nelayan di Kepulauan Riau menolak rencana pemerintah untuk melegalkan kembali alat tangkap cantrang. Langkah pemerintah itu dikhawatirkan bisa memicu konflik antarnelayan dan menyebabkan overfishing di Laut Natuna.

Memuat data...

Lokasi Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu Natuna saat ini dinilai tidak tepat karena berdekatan dengan pangkalan TNI Angkatan Laut. Pemerintah mengkaji pemindahannya dari selatan ke utara Natuna.

Memuat data...

Mahfud mengklarifikasi bahwa pernyataan pejabat pemerintahan yang bertolak belakang itu disebabkan mereka berangkat dari posisinya masing-masing. Itu pun, kata Mahfud, terjadi sebelum rapat di Kemenkopolhukam.

Halaman 1