logo kompas.id
Artikel dengan Tagar
Memuat data...

Ketidaksetaraan jender di tempat kerja masih menjadi persoalan klasik yang tiada henti digaungkan. Tipe persoalannya masih menyangkut kesenjangan upah sampai komposisi kepemimpinan perempuan di struktur jabatan.

Memuat data...

Mayoritas tenaga kerja di sektor parisiwata adalah perempuan dengan persentase 54 persen. Namun, perempuan menerima upah 14,7 persen lebih kecil dibandingkan dengan laki-laki di sektor ini.

Memuat data...

Pemerintah Seoul akan membentuk komisi untuk menyelidiki laporan kekerasan seksual yang dilakukan mendiang Park Won-soon, Wali Kota Seoul. Tewasnya Park akan menyulitkan korban mendapatkan keadilan.

Memuat data...

Kebijakan karantina untuk mencegah penyebaran penyakit Covid-19 menggoyang sektor jasa yang selama ini banyak diisi oleh tenaga kerja perempuan. Ini berbeda dari krisis keuangan 2008 yang lebih berat memukul laki-laki.

Memuat data...

Perjuangan perempuan untuk kesetaraan bukan milik seorang feminis pun atau organisasi mana pun, melainkan upaya kolektif semua orang yang peduli tentang hak asasi manusia.

Memuat data...

Ukuran peningkatan kualitas hidup dan peran perempuan dalam pembangunan di atas kertas cenderung meningkat. Namun, nyatanya mewujudkan kesetaraan perempuan dalam keluarga, sumber daya, dan kepemimpinan tidaklah mudah.

Memuat data...

Kepemimpinan perempuan perlu dibangun sejak dari desa. Itu bertujuan meningkatkan kesigapan aparatur, terutama dari kaum perempuan, dalam penanganan dan pencegahan masalah pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

Memuat data...

RUU Ketahanan Keluarga dinilai malah akan membuat rentan ketahanan suatu keluarga. Sebab, negara akan turut campur dalam urusan keluarga yang sebenarnya merupakan ranah pribadi pasangan suami istri.

Memuat data...

Perempuan memiliki arti dan peran yang sama pentingnya dengan laki-laki dalam memajukan Indonesia. Hanya saja, perempuan terkadang masih merasa jadi ”konco wingking”.

Memuat data...

Perempuan memiliki arti dan peran yang sama pentingnya dengan laki-laki dalam memajukan Indonesia. Hanya saja, perempuan terkadang masih merasa jadi ”konco wingking”.

Halaman 1