Kompas.id
Artikel dengan Tagar
Memuat data...

Pencegahan penyelundupan senjata dan amunisi amat diperlukan guna mengatasi konflik berkepanjangan di sejumlah tempat di Papua. Aparat keamanan memperketat pengawasan di sejumlah koridor laut antara Maluku dan Papua.

Memuat data...

Tak hanya dipecat, dua anggota Polri yang menjual senjata dan seorang anggota TNI AD yang menjual 600 butir peluru juga terancam hukuman mati. Sasaran penjualan itu adalah kelompok kriminal bersenjata di Papua.

Memuat data...

Kasus penjualan dua pucuk senjata dan 600 butir peluru dari Ambon ke kelompok kriminal bersenjata di Papua diduga melibatkan banyak pihak. Polisi janji akan mengusut hingga tuntas.

Memuat data...

Setelah kontak tembak yang terjadi di Intan Jaya senin kemarin, warga dari empat kampung di Intan Jaya memilih mengungsi sementara ke ibu kota Sugapa. Ratusan orang mengungsi di Gereja dan kantor-kantor pemerintahan.

Memuat data...

Serangan kelompok kriminal bersenjata di Kabupaten Intan Jaya, Papua, beberapa minggu terakhir, mengindikasikan ada persoalan yang belum terselesaikan. Peristiwa tersebut jadi momentum untuk mencari jalan penyelesaian.

Memuat data...

Situasi keamanan di Intan Jaya, Papua, berstatus siaga Satu. Kondisinya belum pulih setelah terjadi serentetan perusakan, intimidasi, juga penembakan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB).

Memuat data...

Tiga tahun lalu, Kabupaten Intan Jaya yang terletak di pegunungan tengah Papua diselimuti suasana penuh kedamaian. Namun, kini, kondisi telah berbalik 180 derajat.

Memuat data...

Negara perlu hadir dalam bentuk jaminan keamanan dan pelayanan publik guna melindungi hak dasar warga Intan Jaya, Papua. Solusi penyelesaian kekerasan berulang kian mendesak.

Memuat data...

Kelompok kriminal bersenjata kembali melakukan aksi vandalisme fasilitas Palapa Ring di Papua. Kelompok ini membakar alat untuk BTS 5 di Kabupaten Puncak.

Memuat data...

Suasana di Intan Jaya, Papua, dinilai sangat dilematis. Pengungsian terjadi karena masyarakat merasa tidak aman. Menko Polhukam Mahfud MD dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian diminta turun tangan menangani konflik.

Halaman 1