Artikel dengan Tagar
Memuat data...

Berkas penyidikan dugaan jual beli jabatan di Kabupaten Nganjuk yang melibatkan Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat bersama enam tersangka lainnya tengah dilengkapi Bareskrim Polri. Setidaknya 18 saksi diperiksa.

Memuat data...

Kepercayaan warga perlu segera dipulihkan dan pelayanan publik serta program pembangunan harus tetap berjalan meskipun Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat ditahan sebagai tersangka kasus korupsi jual beli jabatan.

Memuat data...

Kasus terbaru jual beli jabatan yang diduga dilakukan Bupati Nganjuk, Jawa Timur, Novi Rahman menambah jumlah kasus dugaan suap terkait pengisian jabatan. Revisi UU ASN harus dimanfaatkan untuk mencegah praktik itu.

Memuat data...

Anjuk Ladang, sebutan kuno Nganjuk, yang berarti dataran tinggi kemenangan gemilang, tercoreng karena watak pecundang kalangan bupati dan pamong yang kalah dan menyerah oleh budaya rasuah alias korupsi.

Memuat data...

Mulai dari Rp 2 juta hingga Rp 50 juta diduga diterima Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat sebagai setoran untuk lelang jabatan. Setoran itu diterima dari kepala desa hingga camat.

Memuat data...

Kasus jual beli jabatan yang terus terulang seperti yang terbaru melibatkan Bupati Nganjuk Novi Rahman menunjukkan masih lemahnya pengawasan pengisian jabatan di pemerintahan. Sistem pengisian pun harus diperbaiki.

Memuat data...

Novi Rahman Hidayat menjadi Bupati Nganjuk kedua atau setelah Taufiqurrahman yang tertangkap Komisi Pemberantasan Korupsi dalam kasus suap jual beli jabatan. Korupsi kembali menampar Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.

Memuat data...

Bupati Indramayu Nina Agustina menerbitkan surat edaran terkait larangan jual-beli jabatan dalam lingkungan pemerintahan Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Namun, langkah tersebut dinilai belum cukup.

Memuat data...

Praktik jual beli jabatan di pemerintahan yang berulang kali diungkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi berpotensi lebih masif jika keinginan DPR untuk membubarkan Komisi Aparatur Sipil Negara direalisasikan.

Memuat data...

ENF, oknum komisioner Komisi Pemilihan Umum Provinsi Lampung yang baru satu bulan terpilih, dilaporkan ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu. Dia diduga terlibat dalam kasus jual-beli jabatan.

Halaman 1