logo kompas.id
Artikel dengan Tagar
Memuat data...

Industri hulu migas Indonesia menghadapi tantangan berat lantaran pandemi Covid-19 belum berlalu. Perlu berbagai terobosan untuk meningkatkan produksi migas di dalam negeri, termasuk reformasi tata kelola hulu migas.

Memuat data...

Target produksi minyak 1 juta barel per hari dan gas bumi 12 miliar kaki kubik per hari disebut target yang ambisius. Dibutuhkan terobosan dalam pengadaan barang dan jasa agar proyek berjalan tepat waktu.

Memuat data...

Industri hulu migas adalah industri yang berisiko tinggi, padat modal, dan padat teknologi. Dukungan investor, baik asing maupun domestik, sangat dibutuhkan bagi Indonesia. Diperlukan iklim investasi yang kondusif.

Memuat data...

Kemampuan produksi minyak Indonesia kian menurun di tengah naiknya konsumsi. Harus ada terobosan agar Indonesia tak bergantung pada impor komoditas strategis ini. Perbaikan radikal hulu migas mutlak diperlukan.

Perubahan Radikal

Ekonomi ·
Memuat data...

Cadangan minyak mentah Indonesia hanya 3 miliaran barel atau 0,2 persen dari total cadangan minyak dunia. Indonesia harus bersaing dengan negara lain berebut dana investasi yang terbatas akibat pandemi Covid-19.

Memuat data...

Lapangan minyak berusia puluhan tahun membutuhkan biaya produksi yang lebih tinggi. Penggunaan teknologi digital bisa menjadi solusi untuk operasi yang lebih efisien di tengah kemerosotan harga minyak dunia.

Memuat data...

Pandemi Covid-19 memaksa perusahaan hulu migas memangkas belanja modal hingga 20-30 persen. Persaingan investasi kian ketat. Indonesia harus bisa berbenah untuk dapat memenangi kompetisi investasi itu.

Memuat data...

Indonesia tak lagi berhasil menemukan cadangan migas dalam skala besar pasca-penemuan Blok Cepu di era 2000-an. Ketidakpastian berinvestasi adalah penyebab kenapa Indonesia dianggap tak menarik di mata investor.

Satu Juta Barel

Ekonomi ·
Memuat data...

Target produksi minyak mentah Indonesia sebanyak 1 juta barel per hari pada 2030 dianggap terlalu ambisius.

Memuat data...

Harga minyak rendah menguntungkan bagi negara berstatus pengimpor murni minyak, seperti Indonesia. Namun, di sisi lain, penerimaan negara bakal merosot apabila harga minyak terus-menerus rendah.

Halaman 1