logo kompas.id
Artikel dengan Tagar
Memuat data...

Dukungan keluarga dan lingkungan sekitar menjadi semangat bagi perempuan kepala rumah tangga mewujudkan kesejahteraan keluarga.

Memuat data...

Konstruksi perempuan berada di ranah domestik kian usang. Makin banyak perempuan bekerja, bahkan menjadi tulang punggung keluarga. Namun, keberadaan perempuan sebagai kepala keluarga belum diperkuat dari aspek hukum.

Memuat data...

Meskipun sudah menjadi hal yang lumrah di masyarakat, publik menaruh keprihatinan atas kondisi perempuan kepala keluarga atau pekka. Meskipun mandiri dan berdaya, para pekka ini masih harus melawan kemiskinan.

Memuat data...

Pemerintah Seoul akan membentuk komisi untuk menyelidiki laporan kekerasan seksual yang dilakukan mendiang Park Won-soon, Wali Kota Seoul. Tewasnya Park akan menyulitkan korban mendapatkan keadilan.

Memuat data...

Korban terjangkit virus korona telah mencapai lebih dari 1 juta kasus di seluruh dunia dengan lebih dari 51.000 kematian. Karantina dan isolasi lebih efektif untuk redam penambahan kasus baru.

Memuat data...

Perjuangan perempuan untuk kesetaraan bukan milik seorang feminis pun atau organisasi mana pun, melainkan upaya kolektif semua orang yang peduli tentang hak asasi manusia.

Memuat data...

Ukuran peningkatan kualitas hidup dan peran perempuan dalam pembangunan di atas kertas cenderung meningkat. Namun, nyatanya mewujudkan kesetaraan perempuan dalam keluarga, sumber daya, dan kepemimpinan tidaklah mudah.

Memuat data...

RUU Ketahanan Keluarga dinilai malah akan membuat rentan ketahanan suatu keluarga. Sebab, negara akan turut campur dalam urusan keluarga yang sebenarnya merupakan ranah pribadi pasangan suami istri.

Memuat data...

Diskriminasi jender menyulitkan perempuan mendapatkan kesempatan yang sama dengan laki-laki. Perempuan juga lebih rentan mengalami intimidasi dan pelecehan. Perempuan disabilitas, mengalami dua bentuk diskriminasi itu.

Memuat data...

Perempuan mengisi setengah populasi dunia saat ini. Namun, peran mereka untuk bermanfaat bagi masyarakat luas melalui dunia kerja masih terhadang fenomena ketimpangan jender. Haruskah menunggu 202 tahun lagi?

Halaman 1