Kompas.id
Artikel dengan Tagar
Memuat data...

Gempa bermagnitudo 4,9 mengguncang Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, Senin pagi. Meski sempat memicu kepanikan warga, tidak ada laporan korban dan kerusakan.

Memuat data...

Pemimpin Lombok Utara lima tahun ke depan punya tugas berat untuk melepas kabupaten ini dari status daerah tertinggal. Tugas mereka kian berat karena bersamaan dengan pemulihan pascagempa 2018 dan pandemi.

Memuat data...

Penguatan kapasitas dalam perspektif kebencanaan bagi Puskemas sangat penting. Apalagi mereka merupakan salah satu ujung tombak untuk memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan ketika terjadi bencana.

Memuat data...

Hunian sementara bagi penyintas gempa jadi hal mendesak pascabencana. Karena itu, agar berjalan sesuai harapan, dalam proses pembangunannya, sangat penting bagi pihak terkait menggunakan pendekatan berbasis masyarakat.

Memuat data...

Gempa tektonik dengan magnitudo 4,3 mengguncang Lombok, Nusa Tenggara Barat, dan Karangasem, Bali, Kamis sore. Meski gempa sempat memicu kepanikan warga, belum ada laporan kerusakan atau korban jiwa.

Memuat data...

Meski masa transisi rehabilitasi dan rekonstruksi telah diperpanjang tiga kali, masih banyak rumah tahan gempa pascagempa Lombok Juli-Agustus 2018 belum tuntas dikerjakan.

Memuat data...

Selang 1,5 tahun pascagempa bumi yang mengguncang Lombok, Nusa Tenggara Barat, sebagian besar penyintas telah kembali dan menetap di hunian tetap masing-masing. Kendati demikian, sebagian di antara mereka masih trauma.

Memuat data...

Selang 1,5 tahun pascagempa bumi yang mengguncang Lombok, Nusa Tenggara Barat, sebagian besar penyintas telah kembali dan menetap di hunian tetap masing-masing. Kendati demikian, sebagian di antara mereka masih trauma.

Memuat data...

Pemerintah menyiapkan skema pola hibah pembangunan fisik rumah tahan gempa bila dalam perpanjangan masa transisi darurat pengerjaannya belum tuntas. Tujuannya menjamin penyintas gempa Lombok 2018 segera hidup nyaman.

Memuat data...

Sepuluh perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta, di Nusa Tenggara Barat membentuk Forum Perguruan Tinggi untuk Pengurangan Risiko Bencana.

Halaman 1