Artikel dengan Tagar
Memuat data...

Baru-baru ini, 19 peneliti dari dalam dan luar negeri menyelesaikan riset terkait konflik di perkebunan kelapa sawit. Salah satu wilayah yang diteliti adalah Kalimantan Tengah yang memiliki banyak konflik tak selesai.

Memuat data...

Mayoritas sawit ilegal dalam kawasan hutan tak bisa diselesaikan karena kendala regulasi. Pemerintah menyatakan rancangan UU Cipta Kerja dan turunan peraturan pemerintah menjadi dasar penyelesaiannya.

Memuat data...

Apabila ekspor solar nabati tidak berubah dan penambahan konsumsi dalam negeri ini dipenuhi dengan penambahan produksi, maka membutuhkan perluasan kebun sawit. Namun perlu pertimbangkan dampak sosial dan lingkungan.

Memuat data...

Pendapatan bersih PT Perkebunan Nusantara IV pada semester I-2020 mencapai Rp 2,64 triliun, bertumbuh 34,64 persen dibandingkan semester I tahun lalu Rp 1,96 triliun. Pendapatan ditopang kenaikan harga CPO.

Memuat data...

Dalam dua minggu terakhir, harga komoditas kelapa sawit di Sumatera Selatan merangkak naik. Lonjakan harga ini disebabkan oleh meningkatnya permintaan kelapa sawit di tengah terbatasnya hasil sawit.

Memuat data...

Kegiatan restorasi gambut di lahan konsesi sulit dipantau. Perusahaan pemegang izin konsensi masih ada yang tak terbuka.

Memuat data...

Potensi kebakaran lahan gambut di Kalimantan Selatan masih tinggi dan bisa saja berulang pada kemarau tahun ini. Di tengah situasi pandemi Covid-19, pemerintah, perusahaan, dan masyarakat perlu lebih serius mencegahnya.

Memuat data...

Perempuan menjadi kunci ketahanan pangan keluarga di masyarakat Dayak, Kalimantan Tengah. Namun, tingginya deforestasi dan konflik agraria membuat perempuan kehilangan akses dalam memanfaatkan alam untuk pangan.

Memuat data...

Sebanyak 612 tenaga kerja di Sumsel harus di-PHK dampak dari mewabahnya Covid-19. Tidak hanya itu, sebanyak 7.020 orang harus dirumahkan akibat pengurangan jam operasionalisasi.

Memuat data...

Industri sawit menopang ekonomi di tengah pandemi Covid-19. Ekspor sawit tidak terganggu karena penurunan permintaan pasar dunia tidak signifikan. Pembatasan sosial di kebun dan pabrik pun tetap dilakukan.

Halaman 1