Artikel dengan Tagar
Memuat data...

Keberpihakan tidak memerlukan tingkat kecerdasan luar biasa. Kita hanya dituntut memiliki nurani yang peduli kepada nasib bersama masyarakat luas.

Memuat data...

Tantangan penyelenggaraan Jakarta Biennale adalah merumuskan gagasan yang akan diangkat. Butuh kerja keras untuk menempatkan Jakarta Biennale sebagai ruang ekspresi permasalahan dan keresahan warga kota.

Memuat data...

Komite Tari Dewan Kesenian Jakarta menggelar Jakarta Dance Meet Up (JDMU) secara virtual tahun ini. JDMU diharap jadi wadah para komunitas tari untuk berjejaring dan saling berbagi pengetahuan.

Memuat data...

Pandemi Covid-19 dipakai pelaku seni pertunjukan mengeksplorasi media digital guna menghasilkan karya dan tetap terhubung dengan penonton.

Memuat data...

Para seniman menuntut Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk melibatkan mereka dalam pengelolaan Taman Ismail Marzuki setelah proses revitalisasi pusat budaya itu kelar. Mereka adalah pemangku kepentingan di TIM.

Memuat data...

Dewan Kesenian Jakarta menyimpan banyak arsip dan koleksi seni, berupa kertas, foto, lukisan, atau rekaman suara. Upaya digitalisasi arsip dikebut sejak akhir 2019. Namun, beberapa masalah menghambat proses ini.

Memuat data...

Revitalisasi Taman Ismail Marzuki di Jakarta terus berjalan. Sebagian gedung lama diruntuhkan. Namun, kalangan seniman belum satu suara terkait pengelolaan pusat seni budaya di Ibu Kota ini.

Memuat data...

Sejak berangkat dari tanah Sumba, Umbu menyerahkan dirinya kepada puisi. Di tengah-tengah belajar di Yogyakarta, Umbu menulis puisi-puisi yang membuatnya dihukum. Umbu mengabdi ”membabi-buta” kepada kesenian.

Memuat data...

Revitalisasi Taman Ismail Marzuki tak sekadar mengubah fisik bangunan. Di tempat itu ada marwah kebudayaan yang memegang teguh prinsip keadaban. Jika pemerintah keliru membangun, roh kesenian itu akan lenyap.

Memuat data...

Polemik revitalisasi pusat kesenian Taman Ismail Marzuki, Jakarta, berakar pada persoalan komunikasi. Karena persoalan ini, konsep revitalisasi tidak seutuhnya sampai kepada seniman.

Halaman 1