Kompas.id
Artikel dengan Tagar
Memuat data...

Untuk mewujudkan pertumbuhan berkualitas dan berkelanjutan, tak ada salahnya terbuka terhadap cara baru melihat pertumbuhan. Apalagi, pembangunan harus memanfaatkan sumber daya alam berkelanjutan dan bersifat inklusif.

Memuat data...

Kebutuhan utang diperkirakan mencapai Rp 1.654,92 triliun tahun ini, antara lain untuk menutup defisit anggaran dan membayar utang jatuh tempo. Pemerintah diminta memperbaiki sisi pendapatan untuk mengerem beban utang.

Memuat data...

Kebutuhan penanganan dampak Covid-19 yang masih besar membuat target defisit APBN 2021 yang semula 3,21-4,17 persen PDB diperlebar menjadi 5,7 persen PDB.

Memuat data...

Besaran pendapatan dan belanja negara mendapat beban berat akibat krisis ganda, yaitu krisis ekonomi dan kesehatan. Penyesuaian perlu dilakukan karena penerimaan negara tersendat, sementara belanja membengkak.

Memuat data...

BPK memberikan opini WTP terhadap Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Tahun 2019. Namun, risiko fiskal jangka panjang perlu diwaspadai, terutama pada tahun ini yang tantangannya lebih kompleks dari tahun lalu.

Memuat data...

Pasar domestik menjadi tumpuan sisa penerbitan surat berharga negara selama paruh kedua tahun ini. Sisa penerbitan SBN dapat dipenuhi dari Bank Indonesia, perbankan, dan lembaga keuangan nonbank.

Memuat data...

Pemerintah diminta mempertimbangkan kebijakan pengembalian defisit APBN ke level di bawah 3 persen tahun 2023. Ekspansi fiskal dalam jangka menengah masih diperlukan mengingat tantangan pemulihan ekonomi semakin berat.

Memuat data...

Kebutuhan dana penanganan Covid-19 terus membengkak. Dana negara itu juga uang rakyat sehingga perlu digunakan dengan benar. Jangan memancing di air keruh atau menggunakan kesempatan tidak pada tempatnya.

Memuat data...

Hasil kebijakan moneter bukanlah ilmu pasti, melainkan banyak dipengaruhi ekspektasi masyarakat dan dunia usaha. Di sinilah perlu komunikasi yang terpadu antara otoritas fiskal dan moneter dan tetap jaga kehati-hatian.

Memuat data...

Tahun ini, pemerintah akan mengingatkan rasio utang terhadap produk domestik bruto menjadi sekitar 37 persen. Kemampuan membayar utang dijaga dengan mencari sumber pembiayaan murah dan meningkatkan pendapatan negara.

Halaman 1