Artikel dengan Tagar
Memuat data...

Pendampingan bagi deportan dan returni perempuan dan anak yang terpapar radikalisme tak mudah. Ada tiga aspek yang perlu disentuh; hati, tangan, dan kepala. Sinergi berbagai komponen masyarakat menjadi amat krusial.

Memuat data...

Media sosial menjadi alat untuk menyebarkan radikalisme dan menggaet anak muda untuk menganut paham tersebut. Untuk itu, semua pihak perlu membanjiri medsos dengan konten-konten kontra narasi radikalisme dan terorisme.

Memuat data...

Sebagian mantan narapidana terorisme sudah memulai hidup baru dan meninggalkan jaringannya. Namun, ada sekitar 10 persen dari narapidana itu yang kembali terlibat terorisme. Hal ini menjadi tantangan deradikalisasi.

Memuat data...

Perempuan dan anak dapat berada dalam tiga posisi pusaran terorisme, yakni sebagai kelompok rentan terpapar, sebagai korban, dan sebagai pelaku. Penyebabnya, antara lain, budaya patriarki, ekonomi, dan akses informasi.

Memuat data...

Strategi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme harus diubah menyusul banyaknya perempuan jadi target perekrutan kelompok teroris. Perlu dipelajari bagaimana ideologi radikal diterima dan memengaruhi perempuan.

Memuat data...

Media sosial jadi salah satu sarana penyebaran ideologi terorisme. Media sosial mampu menembus sekat-sekat, seperti geografis, usia, waktu, serta dapat menyasar banyak orang sekaligus. Perlu upaya bersama mengatasinya.

Memuat data...

Ansyaad Mbai, Kepala BNPT 2010-2014, menjelaskan latar belakang Makassar menjadi episentrum terorisme di Indonesia.

Memuat data...

Saat ini penyebaran terorisme dinilai berlangsung masif melalui media sosial. Sasaran utamanya adalah kalangan muda atau milenial yang lebih banyak menggunakan dan memiliki akun media sosial.

Memuat data...

Pakar grafologi dan linguistik menganalisis surat wasiat dari dua pelaku teror, yakni L di Makassar, dan ZA di Mabes Polri Jakarta. Hasilnya, ada sejumlah kemiripan konten teks maupun karakter kedua pelaku.

Memuat data...

Korban terdampak terorisme tak hanya berhak mendapatkan kompensasi dan bantuan medis, tetapi juga rehabilitasi psikososial dan psikologis dari Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

Halaman 1