logo kompas.id
Artikel dengan Tagar
Memuat data...

Baru dibentuk kurang dari delapan bulan, kini pemerintahan Lebanon kembali terancam bubar. Ledakan Beirut memicu tuntutan perombakan total pemerintahan Lebanon.

Memuat data...

Proses penyelidikan ledakan dahsyat di Pelabuhan Beirut masih menjadi polemik di Lebanon dan bahkan mengarah menjadi isu politik.

Memuat data...

Proses penyidikan sekarang fokus pada tiga elemen, yakni bagaimana poses bahan amonium nitrat bisa masuk Pelabuhan Beirut, apakah ada kelalaian manusia atau insiden biasa, dan kemungkinan serangan yang melibatkan asing.

Memuat data...

Kapal kargo MV Rhosus pengangkut amonium nitrat yang meledak di Beirut, Selasa lalu, tak pernah direncanakan singgah di Lebanon. Pemilik kapal meminta kapal berhenti untuk menambah muatan di tengah pelayaran ke Mozambik.

Memuat data...

Pejabat Lebanon menyebut sumber ledakan dahsyat di Beirut, Selasa (4/8/2020), adalah amonium nitrat sebanyak 2.750 ton di pelabuhan. Asal dan keberadaan zat itu sudah bermasalah sejak lama.

Memuat data...

Ada pengelasan yang memicu kebakaran di gudang penyimpanan amonium nitrat. Sejak 2014, sudah ada permintaan agar bahan kimia berbahaya itu segera diekspor ulang.

Memuat data...

Pemerintah menginginkan para pejabat pelabuhan Beirut, yang mengawasi gudang penyimpanan dan keamanan sejak 2014, dikenai tahanan rumah. Beirut pun berada dalam kondisi darurat untuk dua minggu pascaledakan dahsyat.

Memuat data...

Ledakan dahsyat yang menyebabkan ratusan orang meninggal dan terluka diduga disebabkan oleh amonium nitrat. Namun, penyebab pasti ledakan masih diselidiki.

Memuat data...

Ledakan di Beirut, Lebanon, diduga dipicu oleh zat kimia amonium nitrat yang tersimpan di gudang pelabuhan. Amonium nitrat adalah zat yang tidak berbahaya dan sulit meledak apabila disimpan dengan baik dan terisolasi.

Memuat data...

BONTANG KOMPAS Produksi amonium nitrat atau bahan baku peledak buatan dalam negeri yang berkualitas sulit dioptimalkan karena terganggu amonium nitrat impor yang lebih murah Impor sebenarnya tidak perlu karena kinisektor tambang yang mulai perlahan bangkit Hal itu disampaikanCEO PT Kal

Halaman 1