logo Kompas.ID

Cerpen

Bebas Akses

Bibir-bibir yang Manis

Cerpen ·
Memuat data...

Rumah dan pelatarannya yang besar menjadi tempat pemberhentian Sri.

Memuat data...

Rora kembali menelepon. Ia pasti sangat kebingungan. Ia pernah kehilangan anak perempuan. Mati ditabrak bus ketika ia menyeberang jalan menuju sekolahnya. Kejadian itu terus mengganggu pikiran Rora bertahun-tahun.

Memuat data...

Seketika ia melepas ikat pinggang berwarna hitam keemasan dengan berhiaskan peluru. Ia menyangkutkan pada kastok yang tersedia di dinding, kemudian berbalik ke arah saya dengan tatapan garang.

Memuat data...

Aku menoleh ke kanan. Seorang perempuan sudah berdiri di dekatku. Dalam sekali pandang, aku tahu, rumah telah memengaruhi penampilannya.

Memuat data...

Orangtua Karl tersedot oleh masakan yang merangkum semua rasa, gurih, asam, asin, manis, dan pedas. Mereka sedikit saja bicara dan memuji profesionalitas Karl dalam memasak.

Memuat data...

Percayalah, kami, para babi muda, tak akan pernah diam dan membiarkan manusia bertindak semena-mena.

Wabah

Cerpen ·
Memuat data...

Kau merasakan ketakutan itu kian menggunung di dadamu. Menurut kabar yang kau dengar, bayang-bayang kematian itu kian meluaskan selubungnya.

Memuat data...

Kami sedang menikmati bulan purnama yang indah di taman belakang rumahku. Bumi menceritakan cerita orang-orang bijak. Kadang aku lelah mendengarnya, karena nyatanya ia tak sebijak yang ia ceritakan.

Surtikanti

Cerpen ·
Memuat data...

Semakin hari semakin kusadari jika menulis adalah kebahagiaanku. Aku bisa menuliskan apa pun yang kumau bahkan imajinasiku sekalipun tanpa khawatir ada yang mencela.

Bunga Dalam Air 

Cerpen ·
Memuat data...

Aku, pribumi dengan warna kulit coklat yang berbeda dengan kulitmu yang putih bersih.

Halaman 1