logo Kompas.id
PolitikGenerasi Milenial Menjadi Penentu Pemimpin Nasional

Generasi Milenial Menjadi Penentu Pemimpin Nasional

JAKARTA KOMPAS &mdash Generasi milenial yang berusia 17 hingga 38 tahun bakal menentukan pemimpin nasional periode berikutnya Siapa pun calon presiden dan wakil presiden yang diusung partai politik atau gabungan partai politik harus bisa meyakinkan kaum milenial agar terpilih pada Pemilu 20

· 2 menit baca

JAKARTA, KOMPAS — Generasi milenial yang berusia 17 hingga 38 tahun bakal menentukan pemimpin nasional periode berikutnya. Siapa pun calon presiden dan wakil presiden yang diusung partai politik atau gabungan partai politik harus bisa meyakinkan kaum milenial agar terpilih pada Pemilu 2019. Peneliti di Saiful Mujani Research and Consulting, Sirojudin Abbas, saat diskusi bertajuk "Menakar Calon Wakil Presiden Potensial 2019" di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (9/11), mengatakan, saat pemilu digelar tahun 2019, demografi pemilih akan didominasi pemilih berusia 17 hingga 38 tahun atau yang disebut banyak kalangan sebagai generasi milenial. "Proporsi generasi milenial ini di antara pemilih nantinya mencapai 55 persen besarnya," katanya. Dengan proporsi yang besar, pilihan generasi milenial bakal menentukan pemimpin nasional periode 2019-2024. Tak tertutup kemungkinan juga akan lahir pemimpin baru yang muda. Apalagi saat ini bermunculan pemimpin muda di negara lain, seperti Presiden Perancis Emmanuel Macron, Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern, dan Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau. "Kecenderungan masyarakat internasional saat ini yang lebih terbuka dalam menentukan pemimpin muda yang menyegarkan itu bisa jadi berimbas ke Indonesia," ujarnya. Kondisi ini, menurut Sirojudin, perlu ditangkap partai dalam menentukan calon presiden/wakil presiden yang akan diusung. "Pilihan tidak sebatas melihat pada usia yang muda, tetapi juga ide, pikiran, pendekatan, dan kemampuannya harus sesuai dengan yang dibayangkan oleh generasi milenial," katanya.Selain itu, strategi untuk meyakinkan generasi milenial tak bisa lagi menggunakan cara-cara konvensional yang biasa diterapkan setiap kali pemilu. Menurut Sirojudin, 80 persen dari generasi milenial memiliki akses ke media sosial sehingga partai ataupun calon presiden/wakil presiden harus memiliki strategi yang efektif mendekati mereka melalui media sosial.Pilihan calon yang tepat berikut strategi pendekatannya itu penting karena tidak mudah untuk meyakinkan generasi milenial. "Generasi milenial dikenal kritis," ujarnya.Selain Sirojudin, hadir pula sebagai pembicara dalam diskusi tersebut, Ketua DPP Partai Demokrat Jansen Sitindaon dan Wakil Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa Maman Imanulhaq. Menurut Jansen, safari politik putra presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono, Agus Harimurti Yudhoyono, ke banyak daerah merupakan bagian dari upaya Demokrat menghadirkan pemimpin muda pada 2019. Safari itu dinilai Jansen berhasil karena elektabilitas Agus dari waktu ke waktu terus meningkat. Maman Imanulhaq mengatakan, sikap PKB mendorong Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar sebagai calon wakil presiden pada Pemilu 2019 juga bagian dari upaya menampilkan pemimpin muda. Tak sebatas itu, Muhaimin dinilai mampu memperkuat soliditas PKB dan memperbesar partai tersebut. (APA)

Jadilah Bagian dari Jurnalisme Berkualitas Belum selesai baca berita ini? Selesaikan dengan berlangganan konten digital premium Kompas.
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Rp 360.000 /Tahun
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Hemat 40%
POPULER
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Rp 50.000 /Bulan
BERLANGGANAN
atau biarkan Google mengelola langganan Anda untuk paket ini:
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Kompas Digital Premium & Koran
Kompas Digital Premium & Koran
Rp 108.000 /Bulan
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas di Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Pengiriman koran Kompas edisi cetak ke rumah Anda
Memuat data..