logo Kompas.id
PolitikPAN TargetkanDua Digit pada 2019

PAN TargetkanDua Digit pada 2019

BANDUNG KOMPAS &mdash Partai Amanat Nasional menargetkan mencapai elektabilitas hingga dua digit menjelang Pemilu 2019 Jika target ini tercapai PAN baru akan memikirkan pencalonan ketua umumnya Zulkifli Hasan sebagai calon presiden atau calon wakil presidenRapat memerintahkan kami bisa m

· 3 menit baca

BANDUNG, KOMPAS — Partai Amanat Nasional menargetkan mencapai elektabilitas hingga dua digit menjelang Pemilu 2019. Jika target ini tercapai, PAN baru akan memikirkan pencalonan ketua umumnya, Zulkifli Hasan, sebagai calon presiden atau calon wakil presiden."Rapat memerintahkan kami bisa mencapai dua digit. Kalau 10 persen atau 11 persen, PAN layak untuk bicara tentang capres dan cawapres," kata Zulkifli Hasan pada penutupan Rapat Kerja Nasional III PAN yang berlangsung di Bandung, Rabu (23/8). Selama ini, PAN belum pernah memperoleh suara dua digit atau 10 persen pada pemilu legislatif. Pada Pemilu 2014, PAN mendapat 9.481.621 suara atau 7,59 persen dari seluruh suara sah. Perolehan suara itu merupakan peningkatan bagi PAN jika dibandingkan dengan Pemilu 1999, di mana PAN memperoleh 6.254.580 suara (6,01 persen). Sementara pada Pemilu 2004, PAN mendapat 6,44 persen atau 7.303.324 suara.Untuk mengejar target elektabilitas hingga dua digit pada Pemilu 2019, PAN akan memberikan penghargaan bagi kader yang mampu mendulang suara bagi partai. Penghargaan dalam bentuk bantuan keuangan ini akan diberikan oleh kader yang menduduki posisi di legislatif.Zulkifli, yang juga Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat, mengatakan, target elektabilitas dua digit ini bukan untuk menjamin rasa percaya dirinya guna mencalonkan diri sebagai pemimpin nasional pada 2019, tetapi sebagai tantangan bagi kader partai untuk bekerja keras.Salah satu rekomendasi rakernas kali ini adalah kesepakatan untuk mengusung Zulkifli sebagai bakal calon pemimpin nasional pada Pilpres 2019-2024. Namun, rekomendasi itu juga memberikan kesempatan kepada Zulkifli untuk menjadi pemutus akhir. "Wajar kalau ada kader yang ingin melihat saudaranya jadi pemimpin. Namun, saya kembalikan lagi kepada mereka untuk bekerja keras. Kan, tak bisa cuma keinginan. Bekerja keras, barulah tahun depan diukur," katanya.Wakil Ketua Umum PAN Didik J Rachbini mengatakan, angka dua digit merupakan target realistis partai ini untuk menghadapi pilpres ke depan. Rekomendasi Dalam rakernas yang berlangsung sejak Senin lalu dan lebih bersifat internal sehingga tidak mengundang Presiden Joko Widodo tersebut, PAN juga menelurkan sejumlah rekomendasi yang ditujukan ke pemerintah. Dari sembilan rekomendasi yang dihasilkan PAN, delapan di antaranya untuk pemerintah. Didik yang membacakan sembilan butir rekomendasi itu antara lain menyatakan, PAN merasakan kesenjangan antargolongan dan antarwilayah semakin besar. PAN juga melihat demokrasi yang kini berlangsung di Indonesia belum menjadi saluran bagi warga negara untuk berproses menjadi pemimpin. Para pemilik modal finansial yang besar menjadi pelaku sebenarnya demokrasi di Indonesia. "Alhasil, demokrasi di Indonesia sangat mahal," ujar Didik. Hal lain yang juga disoroti adalah masalah Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2017 tentang Organisasi Kemasyarakatan, yang menurut PAN harus dikaji ulang. Fraksi PAN di DPR kini tengah mengkaji lebih dalam perppu tersebut. Didik menyebut sejumlah rekomendasi tersebut sebagai bagian dari upaya PAN untuk menyalurkan suara-suara yang saat ini tak bisa didengar pemerintah. Meski berstatus partai koalisi pada pemerintahan Presiden Joko Widodo-Wakil Presiden Jusuf Kalla, menurut dia, adalah sesuatu yang lumrah bagi PAN untuk ikut serta mengingatkan pemerintah. (MHD)

Jadilah Bagian dari Jurnalisme Berkualitas Belum selesai baca berita ini? Selesaikan dengan berlangganan konten digital premium Kompas.
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Rp 360.000 /Tahun
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Hemat 40%
POPULER
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Rp 50.000 /Bulan
BERLANGGANAN
atau biarkan Google mengelola langganan Anda untuk paket ini:
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Kompas Digital Premium & Koran
Kompas Digital Premium & Koran
Rp 108.000 /Bulan
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas di Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Pengiriman koran Kompas edisi cetak ke rumah Anda
Memuat data..