logo Kompas.id
Tutup Ruang untuk Perpecahan Bangsa

Tutup Ruang untuk Perpecahan Bangsa

Oleh
· 3 menit baca

MATARAM, KOMPAS — Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar meminta semua pihak menutup ruang bagi lahir dan munculnya rasa takut serta perpecahan bangsa."Mari kita berhenti untuk terus mengganggu dan memberikan ruang bagi munculnya perpecahan serta rasa takut bagi masyarakat di Nusantara ini," kata Muhaimin, Minggu (14/5), di Mataram, Nusa Tenggara Barat.Menurut Muhaimin, rasa aman masih menjadi persoalan pada saat ini. "Akhir-akhir ini, virus Pilkada DKI Jakarta sudah mulai menyebar ke seluruh penjuru Tanah Air. Saya perlu mengajak, hentikan sentimen perpecahan. Pilkada DKI Jakarta cukup berhenti di Jakarta, tidak ada urusannya dengan provinsi lain dan tidak boleh menular menjadi sentimen apa pun di seluruh negeri kita," ujarnya.Menurut Muhaimin, menjauhkan warga dari rasa takut dan khawatir, terlebih terkait situasi nasional saat ini yang rentan dengan perpecahan menjadi satu dari dua tugas kader PKB. Tugas lainnya adalah mengawal upaya mengatasi kemiskinan oleh pemerintah. Secara terpisah, Uskup Diosis Amboina Mgr PC Mandagi, MSc juga berharap dinamika terkait kasus hukum yang dialami Gubernur DKI Jakarta (nonaktif) Basuki Tjahaja Purnama jangan ditanggapi berlebihan di daerah. Mandagi berharap masyarakat Indonesia berkaca dari Maluku. Rasa fanatik dan kebencian atas nama agama telah merusak kerukunan. Konflik sosial bernuansa agama yang pecah di Ambon pada Januari 1999 baru berakhir empat tahun kemudian dengan berdampak hingga lintas generasi. Tidak ada yang menang dalam konflik.Terkait hal itu, Sekretaris Eksekutif Komisi Keadilan dan Perdamaian Konferensi Waligereja Indonesia PC Siswantoko Pr dalam pernyataannya mengecam segala bentuk politisasi agama. Politisasi agama telah merusak agama sebagai ranah yang suci, baik, adil, dan damai. Siswantoko juga mendesak pemerintah bertindak tegas terhadap semua pihak yang ditengarai akan merongrong Pancasila, kebinekaan, dan UUD 1945 serta memecah belah masyarakat dengan berbagai isu. Pemerintah tidak boleh takut, apalagi kalah dengan kelompok-kelompok yang membawa ideologi, ajaran, dan doktrin yang bertujuan menghancurkan bangsa ini. Luar negeriAksi untuk mendukung persatuan bangsa masih terjadi di beberapa daerah dan luar negeri. Wartawan Kompas, Sonya Hellen Sinombor, dari Sydney, Australia, melaporkan, warga Indonesia yang menetap atau berada di kota itu kemarin petang berkumpul di kompleks Royal Botanic Gardens dan Sydney Opera House. Sekitar pukul 16.00, mereka mulai menyanyikan lagu "Indonesia Pusaka", kemudian lagu kebangsaan "Indonesia Raya" dan lagu nasional lainnya.Lina Tampubulon dan Andrew yang hadir di acara itu menuturkan, acara tersebut merupakan bagian dari dukungan warga negara Indonesia di Sydney untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia. "Ini karena kecintaan kami terhadap NKRI," ujar Andrew.Kemarin, acara serupa antara lain juga digelar di Pontianak dan Sintang, Kalimantan Barat. Acara itu didahului dengan menyanyikan "Indonesia Raya". Setelah itu, berdoa bersama untuk kesejahteraan Indonesia. Sumarno, koordinator acara yang berlangsung di Pontianak, menuturkan, aksi ini sebagai bentuk keprihatinan masyarakat terhadap situasi Indonesia saat ini. "Kami hanya berdoa sebagai bentuk kecintaan kami kepada negara ini," katanya. (RUL/ESA/KOR/FRN)

Editor:
Bagikan