logo Kompas.id
PolitikTNI AU Bina Potensi Udara

TNI AU Bina Potensi Udara

JAKARTA KOMPAS &mdash Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara mengembangkan konsep teritorialnya dalam ruang lingkup potensi udara salah satunya dengan mengadakan Bulan Dirgantara Tahun ini rangkaian acara digelar untuk meningkatkan semangat bela negara terutama di generasi mudaHal ini di

· 2 menit baca

JAKARTA, KOMPAS — Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara mengembangkan konsep teritorialnya dalam ruang lingkup potensi udara, salah satunya dengan mengadakan Bulan Dirgantara. Tahun ini rangkaian acara digelar untuk meningkatkan semangat bela negara, terutama di generasi muda.Hal ini disampaikan Wakil Kepala Staf TNI AU Marsekal Madya Hadiyan Sumintaatmaja, di Jakarta, Selasa (14/2). Hadiyan mengatakan, selain untuk mendekatkan TNI AU dengan rakyat, Bulan Dirgantara juga untuk menggugah rasa bela negara masyarakat lewat TNI AU. Kegiatan ini juga digelar dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun Ke-71 TNI AU.Dibuka ruang lebar bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam berbagai lomba kedirgantaraan. Rangkaian acara akan dimulai pada 30 Maret ditandai dengan kejuaraan internasional terjun payung. Berbagai kejuaraan olahraga dirgantara akan dilombakan, seperti terbang layang, gantole, paralayang, dan aeromodeling. "Tahun ini yang baru juga ada balapan drone," kata Asisten Potensi Dirgantara KSAU Marsekal Muda Agus Munandar.Dalam sambutannya yang dibacakan Hadiyan, KSAU Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan, Bulan Dirgantara menggambarkan bagian dari konsep teritorial TNI AU. Berbagai potensi bangsa terkait dengan kekuatan udara diakomodasi dalam Bulan Dirgantara. Masyarakat juga bisa mengikuti berbagai pameran, seperti peralatan TNI AU, aksi Pasukan Khas TNI AU, serta berbagai atraksi aerobatik udara, seperti Jupiter. Untuk rekreasi, selain pameran, masyarakat juga bisa naik balon udara panas, baik pagi ataupun malam hari. "Dari atas bisa melihat kawasan Halim Perdanakusuma," kata Agus Munandar.Sosialisasi kegiatan TNI AU diawali peresmian Kantor National Air and Space Power Center of Indonesia (NASPCI) oleh Wakil KSAU. NASPCI diharapkan menjadi mitra TNI AU dalam pengkajian dan penguasaan udara yang penting mendukung poros maritim.Strategi besarKSAU, dalam sambutan tertulis yang dibacakan, juga mengatakan, penguatan pertahanan udara nasional termasuk dalam strategi besar menghadapi era perang modern dan canggih. Oleh karena itu, perlu didukung semua pihak. Hal ini terkait dengan visi dan misi pemerintah mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia. "Kehadiran kekuatan udara yang mumpuni menjadi penting untuk menjaga kedaulatan NKRI melalui patroli maritim hingga Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia. Langkah ini juga dapat membantu pemerintah mengambil alih pengelolaan flight information region di atas Provinsi Kepulauan Riau," kata KSAU. (EDN)

Editor:
Bagikan
Memuat data..