logo Kompas.id
Akhir PekanJalan Sunyi Seorang Jurnalis

Jalan Sunyi Seorang Jurnalis

Kapan terakhir kali kita berbincang dengan diri sendiri secara karib dan intim Di era ketika ruang seolah tak berjarak dan waktu tak berjeda perbincangan dengan diri merupakan hal mewah terakhir yang sanggup kita pikirkan Informasi dan pengetahuan diproduksi dan disebarluaskan secara masif te

Oleh Fransisca Ria Susanti
· 1 menit baca

Kapan terakhir kali kita berbincang dengan diri sendiri secara karib dan intim? Di era ketika ruang seolah tak berjarak dan waktu tak berjeda, perbincangan dengan diri merupakan hal mewah terakhir yang sanggup kita pikirkan. Informasi dan pengetahuan diproduksi dan disebarluaskan secara masif, terus-menerus, berseliweran di kepala kita. Tidak ada yang sungguh mengendap, menjadi permenungan kita.

Jalan Pulang adalah kemewahan. Maria Hartiningsih, jurnalis Kompas tahun 1984-2015, memiliki kemewahan itu karena ia menolak terseret arus. Maria seolah mengikuti petuah ibunya, ngeli nanging ora keli. Terhanyut, tetapi tidak sampai hanyut. Secara paradoks, Maria membangun ”ruang hening” di tengah ketergesaan kerja-kerja jurnalistik yang diburu deadline, dan dunia tunggang langgang yang menjadi konsekuensi globalisasi (baca: neoliberalisme).

Ruang hening memberinya peluang berbincang dengan diri sendiri, sebagai perempuan dan jurnalis, tentang apa yang sudah dan sedang ia lakukan. Perbincangan ini kerap kali ”gaduh”, terlebih saat ia juga melibatkan identitas diri yang karib dengan ajaran kejawen yang ditransmisikan lewat laku batin ibunya, berbaur dengan tradisi Katolik, buku-buku Buddhis, Zen, dan Sufi yang ia baca; serta pengalaman dan perjumpaannya dengan ”liyan”.

Editor:
Bagikan
Memuat data..