logo Kompas.id
Politik & HukumStruktur Industri Kurang Seimbang

Struktur Industri Kurang Seimbang

Jiwasraya, Bumiputera, dan Asabri diduga mengalami kerugian investasi dalam jumlah besar. Ke depan, industri asuransi harus lebih fokus berbisnis proteksi ketimbang investasi.

Oleh Dimas Waraditya Nugraha/Karina Isna Irawan/Erika Kurnia/Karina Isna Irawan
· 1 menit baca
Memuat data...
KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO

Gedung PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri) di Cawang, Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (15/1/2020). Nasabah PT Asabri adalah para prajurit TNI, anggota Polri, PNS Kementerian Pertahanan Republik Indonesia dan Polri RI.

JAKARTA, KOMPAS -- Persoalan yang membelit perusahaan asuransi jiwa, seperti PT Asuransi Jiwasraya, PT Asabri, dan Asuransi Jiwa Bersama Bumiputera, tidak hanya dipicu oleh tata kelola yang buruk dan lemahnya pengawasan, tetapi juga karena struktur industri asuransi yang kurang seimbang. Ke depan, industri asuransi harus lebih fokus berbisnis proteksi ketimbang investasi.

Jiwasraya, Bumiputera, dan Asabri diduga mengalami kerugian investasi dalam jumlah besar. Akibatnya, Jiwasraya gagal membayar klaim nasabah sebesar Rp 12,4 triliun, sedangkan Bumiputera mencapai Rp 9,6 triliun hingga akhir 2019.  Perusahaan asuransi jiwa cenderung menginvestasikan dana premi nasabah mereka pada instrumen-instrumen berisiko tinggi guna mengejar imbal hasil yang besar. Perusahaan asuransi memburu keuntungan investasi yang tinggi agar bisa mengembalikan dana investasi nasabah dengan imbal hasil yang besar pula sebagai daya tarik.

Editor:
Bagikan
Memuat data..