logo Kompas.id
OpiniTajuk RencanaJangan Hanya Rekayasa Hujan

Jangan Hanya Rekayasa Hujan

Setelah banjir besar melanda Jakarta, harapan bergantung pada upaya rekayasa hujan agar banjir tak berulang. Apalagi hujan lebat masih turun hari-hari ke depan.

· 1 menit baca

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sudah bertemu dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) untuk mengurangi curah hujan yang turun di kawasan Jabodetabek lewat teknik modifikasi cuaca.

Memuat data...
KOMPAS/RIZA FATHONI

Awak pesawat CN 295 Skuadron 2 TNI AU yang dipiloti Kapten (Pnb) Gilang dan Kopilot Letda (Pnb) Kukuh yang lepas landas dari Lanud Halim Perdanakusumah menebar semai garam saat Operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) di langit kawasan Selat Sunda, Jumat (3/1/2020). Penyemaian ini dimaksudkan untuk menanggulangi banjir di kawasan Jabodetabek dengan 2,4 ton garam bahan semai dengan memicu hujan di kawasan Selat Sunda. TMC ini diharapkan dapat mengurangi potensi curah hujan yang akan turun di Jabodetabek antara 30 persen sampai 40 persen. Pelaksanaan operasi ini melibatkan BPPT, Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Tentara Nasional Indonesia, dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika.

Hujan lebat disertai petir masih akan berlangsung di sejumlah kawasan hingga Kamis (23/1/2020). Menurut BMKG, hujan masih akan melanda Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Bengkulu, Jambi, Lampung, Jabodetabek, semua provinsi di Jawa, hingga Kalimantan, Sulawesi, Bali, dan Papua. Di DKI Jakarta, secara spesifik, disebutkan Jakarta Selatan dan Jakarta Timur perlu waspada.

Editor:
Bagikan
Memuat data..