logo Kompas.id
β€Ί
Utamaβ€ΊMengapa Harus Membayar Berita ...

Mengapa Harus Membayar Berita Daring?

Di era ketika Google dan Facebook mendominasi pendapatan iklan di ranah digital, masa depan media daring (online) akan ditentukan oleh kemauan pembaca untuk membayar.

Oleh
Mahatma Chryshna
Β· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/czsJZRZjhJi3Rqtj-B7ZCmdKRUw=/1024x576/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2020%2F01%2FBerita-Digital-Berbayar_86121194_1578073421.jpg
KOMPAS/IWAN SETIYAWAN

Tampilan laman berita digital berbayar The New York Times yang menawarkan konten-konten premium. Media ini memiliki jumlah pelanggan digital terbanyak di dunia, 3,8 juta orang, pada kuartal III tahun 2019.

Seperti demokrasi, masa depan jurnalisme berada di tangan rakyat. Di era ketika Google dan Facebook mendominasi pendapatan iklan di ranah digital, masa depan media daring (online) akan ditentukan oleh kemauan pembaca untuk membayar.

Industri media cetak di dunia, kini mengalami kecenderungan penurunan pendapatan sistemik. Hampir semua media cetak dunia saat ini berjuang untuk mampu bertahan di tengah disrupsi teknologi digital. Fakta pahit ini dialami baik oleh media-media lokal, nasional, bahkan internasional sekalipun.

Editor:
Bagikan