logo Kompas.id
UtamaKisut Temuan BPK dan Dugaan...

Kisut Temuan BPK dan Dugaan Monopoli Proyek (2)

Pembangunan tempat relokasi pedagang kaki lima di Malioboro, Kota Yogyakarta, diwarnai sejumlah masalah. Selain lelang cepat yang memunculkan pertanyaan, juga ada masalah kekurangan volume pekerjaan dan dugaan afiliasi.

Oleh
HARIS FIRDAUS
· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/9q4wfryDHcLykKyH-1D7xNfKw7c=/1024x683/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2019%2F07%2F20190718HRS3_1563440178.jpg
KOMPAS/HARIS FIRDAUS

Kondisi gedung tempat relokasi pedagang kaki lima yang dibangun di lahan eks Bioskop Indra di kawasan Malioboro, Kota Yogyakarta, Rabu (17/7/2019). Lahan tempat gedung itu berdiri masih dalam proses sengketa.

Pembangunan tempat relokasi pedagang kaki lima di kawasan wisata Malioboro, Kota Yogyakarta, diwarnai sejumlah masalah. Selain metode lelang cepat yang memunculkan pertanyaan, juga ada masalah kekurangan volume pekerjaan dan dugaan afiliasi di proyek itu. Tulisan ini merupakan bagian kedua dari tiga tulisan terkait proyek tersebut.

Kabar gembira itu datang dalam sidang paripurna DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada 28 Mei 2019. Dalam sidang itu, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menyerahkan dokumen Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) kepada Pemerintah Daerah (Pemda) DIY dengan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

Editor:
Gregorius Magnus Finesso
Bagikan