logo Kompas.id
NusantaraMelestarikan Nilai Patriotisme Perang Puputan Bali

Melestarikan Nilai Patriotisme Perang Puputan Bali

Nilai kepahlawanan dan semangat puputan atau perjuangan sampai akhir patut diteladani dan dilestarikan di era kekinian. Di Bali, semangat puputan bermakna pengorbanan secara tulus dan ikhlas untuk membela kebenaran.

Oleh COKORDA YUDISTIRA M PUTRA
· 1 menit baca
Memuat data...
KOMPAS/COKORDA YUDISTIRA

Warga Desa Adat Kelaci, Marga, Kabupaten Tabanan, mengadakan prosesi mepeed, atau parade, membawa gebogan, atau susunan buah sebagai sesaji, ke monumen Candi Pahlawan Margarana di Desa Marga Dauh Puri, Kecamatan Marga, Tabanan, Rabu (20/11/2019).  

TABANAN, KOMPAS — Nilai kepahlawanan dan semangat puputan atau perjuangan sampai akhir patut diteladani dan dilestarikan pada era kekinian. Dalam konteks budaya Bali, semangat puputan bermakna pengorbanan secara tulus dan ikhlas untuk membela kebenaran, keadilan, harkat, martabat, serta kedaulatan.

”Perjuangan dan pengorbanan tanpa pamrih dari para pahlawan dalam peristiwa heroik Puputan Margarana, 20 November 1946, tersebut patut dijadikan contoh dan teladan oleh semua komponen masyarakat pada era kekinian,” kata Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati saat membacakan amanat Gubernur Bali dalam upacara peringatan ke-73 Hari Puputan Margarana di Monumen Nasional Taman Pujaan Bangsa Margarana, Kabupaten Tabanan, Rabu (20/11/2019).

Editor: Gregorius Finesso
Bagikan
Memuat data..