logo Kompas.id
Politik & HukumMengantar ”Muazin” Kebangsaan ke Era 4.0

Mengantar ”Muazin” Kebangsaan ke Era 4.0

Di tengah fragmentasi dan kontestasi politik yang tak jarang menyeret pandangan keagamaan dan kekhawatiran ekstremisme sekelompok santri muda Nahdlatul Ulama mencoba membangun platform di dunia digital dengan tujuan utama menyebarluaskan Islam yang moderat Para muazin kebangsaan dari kala

· 1 menit baca
Memuat data...
KOMPAS/RINI KUSTIASIH

Robert Edy Sudarman (kedua dari kiri), Aan Kurniawan Saputra (ketiga dari kiri), dan Siti Lusianah (keempat dari kiri) bertemu dengan staf Sekretariat Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Kamis (7/11/2019), di Kantor PBNU di Jalan Kramat Raya, Jakarta.

Di tengah fragmentasi dan kontestasi politik yang tak jarang menyeret pandangan keagamaan dan kekhawatiran ekstremisme, sekelompok santri muda Nahdlatul Ulama mencoba membangun platform di dunia digital dengan tujuan utama menyebarluaskan Islam yang moderat.

Para ”muazin” kebangsaan dari kalangan pesantren menorehkan sejarah mempertahankan kemerdekaan, 10 November 1945. Peristiwa yang dikenal sebagai Hari Pahlawan itu menjadi momentum mempertahankan keindonesiaan.

Editor:
Bagikan
Memuat data..