logo Kompas.id
NusantaraMencegah Derita Kedua Pengungsi Bencana

Mencegah Derita Kedua Pengungsi Bencana

Bencana alam di Palu Sulawesi Tengah dan Lombok Nusa Tenggara Barat yang terjadi lebih dari setahun lalu masih meninggalkan pekerjaan besar bagi Indonesia Sebagian besar pengungsi belum mampu pulih di tengah berbagai persoalan manajemen pascabencana Setahun setelah gempa melanda Pulau Lombo

Oleh Yohanes Mega Hendarto
· 1 menit baca
Memuat data...
KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO

Para penyintas, Sabtu (28/9/2019), berdoa di bekas tempat tinggalnya di Perumnas Balaroa, Palu, Sulawesi Tengah, yang masih porak-poranda akibat likuefaksi yang dipicu oleh gempa, tepat setahun yang lalu. Peristiwa tersebut menyebabkan 3.124 orang tewas, 705 orang hilang, dan 1.016 orang tanpa identitas dikubur massal.

Bencana alam di Palu, Sulawesi Tengah, dan Lombok, Nusa Tenggara Barat, yang terjadi lebih dari setahun lalu masih meninggalkan pekerjaan besar bagi Indonesia. Sebagian besar pengungsi belum mampu pulih di tengah berbagai persoalan manajemen pascabencana.

Setahun setelah gempa melanda Pulau Lombok pada Juli 2018 dan Palu pada September 2018, bencana seolah belum berlalu bagi para korban. Masih banyak korban gempa di dua wilayah itu belum beranjak dari peristiwa bencana, mulai dari pemulihan daerah, pembenahan hunian, hingga soal trauma psikologis akibat bencana.

banner registration
Lanjutkan baca artikel ini dan artikel lainnya dengan daftar akun Kompas.id.
Jadilah Bagian dari Jurnalisme Berkualitas Dapatkan akses tanpa batas ke seluruh artikel premium dengan berlangganan Kompas.id.
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Rp 360.000 /Tahun
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Hemat 40%
POPULER
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Rp 50.000 /Bulan
BERLANGGANAN
atau biarkan Google mengelola langganan Anda untuk paket ini:
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Kompas Digital Premium & Koran
Kompas Digital Premium & Koran
Rp 108.000 /Bulan
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas di Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Pengiriman koran Kompas edisi cetak ke rumah Anda
Editor:
Bagikan
Memuat data..