logo Kompas.id
Politik & HukumMenggantungkan Harapan pada Pemuda

Menggantungkan Harapan pada Pemuda

Komitmen satu tanah Air satu bangsa dan satu bahasa yang diikrarkan dalam Kongres Pemuda II di Jakarta 91 tahun lalu tetap bergema hingga saat ini Publik optimistis dengan kiprah pemuda dalam menjaga dan memajukan bangsa Jika melihat sejarah para pendiri bangsa Indonesia merupakan tokoh-toko

Oleh ANUNG WENDYARTAKA/ LITBANG KOMPAS
· 1 menit baca
Memuat data...
KOMPAS/RADITYA HELABUMI

Teater Orang Muda Katolik (OMK) Gereja Katedral Jakarta mementaskan cerita "Merah Putih Benderaku" dalam acara peringatan Hari Sumpah Pemuda di Katedral jakarta, Sabtu (26/10/2019). Kegiatan yang melibatkan orang-orang muda tersebut akan berlangsung hingga Senin (28/10/2019) dengan mengusung tema "Dalam Semangat Sumpah Pemuda dan Amalkan Pancasila Kita Rajut Kesatuan dalam Kebhinekaan Indonesia"

Jika melihat sejarah, para pendiri bangsa Indonesia merupakan tokoh-tokoh pemuda di zamannya. Soekarno dan Hatta, misalnya, sejak belia telah terjun di dunia pergerakan politik. Soekarno mulai dikenal di dunia politik sewaktu aktif di organisasi pemuda Tri Koro Dharmo tahun 1915 atau saat dia berusia sekitar 14 tahun. Tri Koro Dharmo belakangan berubah menjadi Jong Java.

Hal senada juga terlihat dari para pemuda yang mengikrarkan Sumpah Pemuda dalam Kongres Pemuda II, 28 Oktober 1928, seperti M Yamin yang mewakili organisasi pemuda Jong Sumatranen Bond, Amir Sjarifuddin dari Jong Bataks Bond, Johanes Leimena mewakili Jong Ambon, dan WR Soepratman pencipta lagu kebangsaan ”Indonesia Raya”. Sebagian besar dari mereka kemudian tercatat punya peran penting dalam perjalanan awal bangsa Indonesia.

Editor:
Bagikan
Memuat data..